SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur diminta turun lapangan untuk mengkroscek kondisi pekerja proyek Banyuurip, Blok Cepu.
“Seharusnya dinas terkait lebih pro aktif untuk mengecek pekerja di Banyuurip,” saran Toni, salah satu warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kepada Suarabanyuurip.com Senin (10/3/2014)
Menurut dia, tindakan tersebut perlu dilakukan agar pemerintah daerah mengetahui kondisi pekerja. Terutama pekerja kasar yang gajinya kerap telat. “Dengan begitu, kita harapkan agar ada solusi. Disnakertransos bisa menjadi penengah antara perusahaan yang bersangkutan dengan pekerja,” ujar dia, menerangkan.
Warga lain, Yanto, mengungkapkan, persoalan tenaga kerja dengan perusahaan perlu segera dicarikan solusi. Sebab, selain menyangkut hak pekerja akan berpengaruh kepada pengerjaan proyek. “Kalau gajinya telat, mana mungkin kerja bisa maksimal,” urainya.Â
Dihubungi terpisah, Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adi Wicaksono belum memberikan tanggapan mengenai keluhan pekerja proyek Blok Cepu.(roz)