Holcim Bantah Tudingan Warga

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – PT Holcim Indonesia Tbk membantah tuduhan ratusan warga dari enam desa ring 1 dalam aksi unjuk rasa di pabrik semen yang berada di Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur tersebut.

Perusahaan asal Swiss ini menyebut, kalau pihaknya sudah terbuka dalam perekrutan karyawan. Data yang disampaikan, sudah ada 3.000 lebih warga sekitar yang terlibat dalam pembangunan proyek Pabrik Tuban 1 dan Pabrik Tuban 2.

“Kita melibatkan warga ring 1 sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik 1 dan pabrik 2 dimulai,” jelas Coorporate Communication East Java PT Holcim Indonesia Tbk, Indriani Siswati, melalui ponselnya, Selasa (11/3/2014).

Lebih lanjut Indri menjelaskan, kalau jumlah 3.000 pekerja tersebut merupakan jumlah akumulatif. Karena, selama ini ada yang masih bekerja dan juga sudah ada ke luar dari pekerjaan.

“Jumlah tersebut akumulatif, kalau sekarang ya masih 2.000 lebih,” kata Indri menjelaskan.

Sementara untuk rekrutmen supaya bisa menjadi karyawan di PT Holcim Indonesia Tbk, Indri mengatakan, kalau dalam perekrutan karyawan ada prosedur dan syarat khusus. Sedangkan untuk perekrutan tenaga kerja untuk proyek diserahkan kepada masing-masing subkontraktor, hal inipun masih ada prosedur yang harus dilalui, termasuk spesifikasi keahlian pekerja.

Baca Juga :   Ajak Semua Kalangan Takbir Keliling

“Ada pertimbangan, tergantung keahlian yang diperlukan,” kata Indri.

Pantauan di lokasi aksi, hingga siang ini belum ada titik temu antara perwakilan warga dari enam desa ring 1 yang melakukan demo dengan pihak perusahaan. Warga kemudian membubarkan diri setelah dikabarkan membentangkan tali di pintu masuk perusahaan karena merasa tidak puas. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *