13 Desa di Tuban Krisis Air Bersih

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur mencatat saat ini sudah ada enam kecamatan yang masuk zona kekeringan.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Grabagan, Semanding, Kerek, Montong, Senori, dan data terakhir yang masuk adalah Kecamatan Bangilan.

“Yang terakhir masuk di data adalah Kecamatan Bangilan,” jelas Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiyono, Jumat (07/08/2015).

Kekeringan melanda 13 desa yang tersebar di enam kecamatan tersebut, terhitung sejak bulan Juli tahun 2015 ini.

BPBD Tuban sudah dilakukan dropping air bersih dari di desa-desa yang kekurangan air bersih tersebut. Setiap desa mendapatkan kiriman air bersih dua hari sekali, dengan jumlah dua rit (tangki mobil) yang mempunyai kapasitas 7 ribu liter.

“Kami suplay air bersih dua hari sekali untuk satu desa, untuk mencukupi kebutuhan air bersih desa-desa yang kekeringan,” kata Joko.

Joko berharap, warga tidak berlebihan memanfaatkan air ini. Serta sebisa mungkin bisa memanfaatkan sumber-sumber mata air yang ada.

Kemarau yang terjadi tahun ini diprediksi masih panjang, yaitu sampai akhir Agustus mendatang. Dengan begitu potensi desa dan kecamatan yang dilanda kekeringan terus bertambah. Pada tahun kemarin saja, tercatat 9 kecamatan yang ada di Tuban mengalami krisis air bersih akibat sumber mata air yang mengering.

Baca Juga :   Tiket Blora Jaya Ekspres Bisa Dibooking

“Prediksi kami (kekeringan) masih terus bertambah, tahun sebelumnya mencakup 35 desa yang ada di sembilan kecamatan,” tandasnya. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *