SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Kerusakan jalan di perempatan Dusun Celangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memantik rasa kekecewaan warga. Terutama bagi warga yang sedang beraktivitas di sekitar perempatan tersebut.
Seperti pedagang dan tukang ojek. Bahkan salah satu tukang ojek, mengaku sudah sempat menanami pohon pisang. “Pas malam hari, bersama kawan-kawan pernah saya tanami pohon pisang, ternyata tidak lama kemudian ditambal,” kata Ali ditemui suarabanyuurip.com di perempatan Clangap, Senin (10/3/2014).
Dia mengungkapkan, aksi tersebut sebagai bentuk protes warga yang merasa dirugikan dengan rusaknya jalan tersebut. Sebab, selain tak kunjung mendapat perhatian, juga dianggap membahayakan pengguna jalan yang akan belok.
“Jangan ambil untungnya saja,” protesnya.Â
Ali mengatakan, meski sempat ditambal, namun jalan tersebut kembali rusak dan berlubang. Dia menanggarai kerusakan akibat padatnya lalu lalang kendaraan berat yang setiap waktu melintas.Â
Sebelumnya kerusakan jalan di sekitar lokasi kilang mini di Desa Sumengko, direspon PT. Tri Wahana Universal (TWU). Bahkan belum lama ini telah dilakukan pembicaraan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Hanya saja, hingga sampai saat ini beluma ada tindakan. Sedangkan mengenai hasil pembicaraan tersebut, baik pihak TWU maupun Pemkab enggan membeberkan.(roz)