SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Sejumlah tukag ojek yang mangkal di perempatan Dusun Celangap Desa Sumengko, Kecanmatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengaku pendapatanya beberapa tahun ini mulai menurun.
“Sering sepi,” kata Ali salah satu tukang ojek ditemui suarabanyuurip.com, Senin (10/3/2014).
Warga Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro itu mengaku sempat memperoleh penghasilan lebih pada saat awal dimulainya proyek Banyuurip, Blok Cepu.Â
“Waktu awal dimulainya proyek setiap harinya rata-rata bisa mendapat Rp.100 ribu lebih,”ucapnya.
Namun demikian, saat ini penghasilannya hanya berkisar dibawah Rp.100 ribu. Hal itu dikarenakan akibat adanya transportasi pengangkut karyawan proyek migas Blok Cepu.
“Sekarang paling mentok Rp.80 ribu,” imbuh bapak empat anak ini.Â
Dia mengungkapkan, dalam setiap harinya, ada sekira 10 tukang ojek yang mengais rezeki di perempatan Celangap. Meski menurun pekerjaan itu tetap dilakoninya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.Â
“Sudah tiga tahun saya jadi tukang ojek dan akan tetap saya tekuni untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Ali, pasrah.(roz)