SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Beroperasinya proyek City Gas bagi 4.000 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di beberapa desa di sekitar Blok Gundih, Kabupaten Blora, Jawa Tengah terancam molor dari target. Itu terjadi karena perijinan penanaman pipa carbon stell di area Central Processing Plan (CPP) dan crossing rel kereta api belum turun.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Blora, Setyo Edy, kepada SuaraBanyuurip.com pada, Rabu (12/3/2014), mengatakan, kalau ijin itu belum turun, hingga kini pihaknya masih menunggu ijin dari pusat.
Saat ini CPP Gundih atau kilang pengolahan gas Sumber dalam Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora sudah mulai tahap persiapan gas on stream (Kondisi gas yang siap jual). Harapannya, seiring disalurkannya produksi gas ke PLN Tambaklorok, Semarang, city gas juga bisa mulai operasi. Namun hal itu dipastikan sulit terealisasi.
Meski pemasangan jaringan gas ke rumah tangga sasaran sudah selesai dilakukan, namun untuk penanaman pipa di area CPP sebagai jalur suplai gas utama belum dilakukan. Itu terjadi karena masih menunggu turunnya ijin.
Demikian pula, pemasangan pipa jaringan gas yang melintas di area rel PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga kini juga belum ke luar ijin resminya dari Kementerian Perhubungan melalui Dirjend. Perkeretaapian.
“Sedangkan permohonan ijinnya yang telah dilayangkan oleh Dirjend Migas pada bulan September 2013 lalu,” kata Setyo Edy.
Adapun sebanyak 4.000 KK tahap pertama City Gas ini tersebar di tujuh desa, diantaranya Desa Sumber, Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Desa Wado, Desa Pulo, Desa Kemantren dan Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban, serta Desa Kapuan, di Kecamatan Cepu.(ali)