SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Produksi puncak Banyuurip, Blok Cepu, sebesar 160 ribu barel per hari (bph) akan terlaksana pada 2015. Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab tertundanya puncak produksi Banyuurip yang sebelumnya dijadwalkan pada Nopember 2014 mendatang.
“Dari penjelasan yang saya terima tadi produksi saat ini sebesar 26 ribu barel perhari dan untuk produksi puncak 160 ribu barel per hari akan terlaksana tahun 2015,†kata Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, usai meninjau proyek engineering, procurement and construction (EPC) -1 Banyuurip yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (11/3/2014) sore tadi.
Menurut Hatta, banyak tantangan dilapangan yang dihadapi operator dan kontraktor dalam menyelesaikan proyek Blok Cepu. Salah satunya adalah cuaca. “Anda bisa lihat sendiri kalau hujan seperti ini akan menjadi tantangan baru di lapangan,†tegas Hatta.
Meski demikian, dia mengaku, mengapresiasi kinerja operator dan kontraktor yang sudah bekerja keras untuk mengejar target puncak produksi 160 ribu bph. “Saya sudah berkeliling dan melihat pekerjaan malam masih dilakukan,” tegasnya.
Hatta menyatakan, pemerintah sangat berharap Blok Cepu dapat segera berproduksi puncak 160 ribu bph untuk dapat meningkatkan ketahanan energi nasional. Karena 20 persen produksi minyak nasional yang saat ini sebesar 814 bph akan dipenuhi dari Blok Cepu.
Dia mengungkapkan, dengan cadangan minyak di Lapangan Banyuurip sebesar 500 juta barel dengan produksi puncak 160 ribu bph, Blok Cepu merupakan salah satu lapangan minyak terbesar dan menjadi andalan Indonesia. Sehingga lapangan Banyuurip sangat berarti bagi ketahanan energi nasional.
“Karena itu kedatangan saya kesini ingin mengetahui apa yang bisa pemerintah lakukan untuk dapat mempercepat agar produksi puncak bisa segera terlaksana,†tegas Hatta.  Â
“Karena saya yakin semua ingin cepat. Pemerintah ingin cepat, kontraktor juga ingin cepat. Karena kalau lama-lama selesainya kontraktor juga akan rugi,” ujar pria yang mengaku lebih dari 20 tahun bekerja di pengeboran migas.
Untuk itu dia berharap agar semua permasalahan yang ada dapat diselesaikan bersama oleh pemerintah pusat, daerah, operator dan kontraktor. Â
Sementara itu, juru bicara ExxonMobil, Erwin Maryoto, menyatakan, saat ini keseluruhan proyek Banyuurip telah mencapai 80 persen. Untuk mengejar target penyelesaian proyek tersebut pihaknya telah menambah sift pekerjaan hingga malam hari dengan jumlah tenaga kerja sekira 1000 orang.
“Kita akan berupaya menyelesaikan target sesuai harapan pemerintah,†tegas Erwin.(rien)