5 KSO Segera Geliatkan Migas Blora

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Kabupaten Blora, Jawa Tengah mulai menampakkan diri sebagai daerah dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) Minyak dan Gas Bumi ( Migas). Hal itu dengan ditandai dengan munculnya Kontrak Kerjasama Operasi (KSO) lapangan Migas yang tersebar di Blora.

Saat ini, sudah ada lima KSO yang hadir dengan Wilayah Kerja Pernambangan (WKP) yang tersebar di beberapa lapangan tersebar di sejumlah kecamatan yang ada di Blora. Kelima KSO yang menjalin kemitraan dengan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) tersebut adalah KSO Pertamina EP- Geo Cepu Indonesia (KSO PEP-CGI). KSO ini memiliki wilayah kerja di empat struktur migas di Blok Cepu, yaitu struktur Ledok, Semanggi, Nglobo, dan Kawengan.

KSO Pertamina EP – Foster Trembes Petroleum, mempunyai wilayah kerja di Lapangan Gabus, Cungkup, dan Trembes yang berada di wilayah Blora barat seperti Kecamatan Kunduran dan Kecamatan Jati. Sedangkan Lapangan Banyubang yang ada di Kecamatan Jepon dan Bogorejo ditangani KSO Banyubang dipegang oleh PT Banyubang Patra Energi yang meruapakan anak perusahaan dari BUMD Blora.

Baca Juga :   Pupuk Kujang Terancam Batal Bangun Pabrik di Bojonegoro

Demikian pula, untuk lapangan di Blok Cepu lainnya seperti Lapangan Alasdara dan Kemuning yang berada di Kecamatan Jiken, dan Kecamatan Jepon. Saat ini resmi dikelola KSO PT Pertamina EP Cepu ADK. Terakhir KSO di Blok Blora yang kawasan potensinya berada di Kecamatan Kedungtuban, Randublatung, dan Kradenan dioperatori oleh PT Sele Raya Energi.

Saat ini, dari kelima KSO tersebut belum melakukan aktivitas proses eksplorasi dan produksi. Ada diantaranya yang sedang mengurus ijin pelaksanaan survey seismik,  pencarian potensi Migasnya. Termasu pula ada yang menunggu ijin dari pemerintah pusat untuk melakukan pemboran lanjutan di titik sumur yang ada sebelumnya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora, Setyo Edy, menyambut baik keberadaan KSO baru tersebut, dengan kehadirannya akan semakin banyak potensi SDA migas yang bisa segera diproduksi.

“Mereka akan menggarap potensi Migas. Baik yang baru akan survei seismik maupun lanjut pemboran di sumur yang sebelumnya sudah ada,” ujarnya. (ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *