Pupuk Kujang Terancam Batal Bangun Pabrik di Bojonegoro

GPF JTB
Lapangan Gas Processing Fasility Jambaran-Tiung Biru di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kebupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com - D Suko Nugroho

Bojonegoro – PT Pupuk Kujang dimungkinkan batal membangun pabrik di Bojonegoro, Jawa Timur. Penyebabnya sampai saat ini belum ada kesepakatan harga gas dari Unitisasi Lapangan Jambaran – Tiung Biru (J-TB) dengan Pertamina.

“Untuk Pupuk Kujang kelihatannya agak sulit dapatkan kesepakatan harganya,” kata Direktur Utama Pertamina EP Cepu, Adriansyah kepada suarabanyuurip.com saat melakukan kunjungan di Lapangan Banyuurip mendampingi Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam bersama jajarannya, Jum’at (22/7/2016) kemarin.

Alasannya Pupuk Kujang bakal delay (terlambat) dua tahun dalam menyerap gas J-TB dari sejak on stream (dialirkan).

“Kemarin sudah saya tanyakan kepada mereka, bahwa alokasi gas mereka dari J-TB belum dipakai,” ucap Pak Ancha-panggilan akrab Adriansyah.

“Tapi masih perlu ada statmen resmi dari pemerintah,” lanjut dia.

Akan tetapi jika mereka ingin melepas alokasinya sesuai jatah yang diberikan pemerintah bisa saja. Namun Pertamina hingga saat ini belum memiliki rencana untuk menawarkan alokasi gas Pupuk Kujang sebesar 85 Million Standard Cubic Feet per Day (gas) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas) kepada pihak lain, termasuk kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro sebelum ada keputusan resmi untuk mengalihkan alokasi gas dari pemerintah.

Baca Juga :   MCL Perketat Pengamanan Sekitar Sumur

“Kita belum sampai kesana. Kan ini alokasinya dari pemerintah melalui Pertamina untuk PLN dan Pupuk Kujang. Jadi kita tidak berusaha untuk mencari yang lain,” tegasnya.

Disinggung tentang jalan keluar atas belum adanya kesepakatan harga dengan Pupuk Kujang yang ditawarkan pemerintah kepada Pertamina, Pak Ancha mengungkapkan, pada saat itu pemerintah akan mensubsidi perbedaan harganya.

“Tapi pupuk Kujangnya delay dua tahun sejak kita mengalirkan gas dan dia siap menerima gas. Jadi kita pikir kalau dua tahun tidak ada yang ngambil keekonomian proyeknya akan berubah,” tandasnya.

Menurut dia, yang perlu dipikirkan sekarang ini adalah mengalirkan alokasi gas ke Pertamina seluruhnya. “Ini yang sedang kita coba usahakan,” pungkas Pak Ancha.

Sesuai harga gas J-TB yang ditawarkan Pertamina kepada Pupuk Kujang sesuai rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) tahun 2012 adalah USD 8 dengan eskalasi dua persen. Tapi kesanggupan Pupuk Kujang waktu itu adalah USD 7 sejak on strem yakni 2019.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   DPRD Bojonegoro Minta Pemkab Siapkan Strategi Antisipasi Pengangguran Eks JTB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *