SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Perusahaan minyak dan gas bumi (Migas), baik yang berada di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, Jawa Timur, serta di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, harus menampung kreatifitas pemuda sekitar perusahaan.
“Perusahaan harus memperhatikan kreatifitas pemuda,†tegas Budayawan asal Kabupaten Tuban, Suhariyadi, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (14/3/2014).
Suhariyadi, yang juga menjadi pengajar di salah satu kampus swasta itu mengatakan, kalau selama ini perusahaan migas jarang memikirkan keterlibatan kreatifitas pemuda dalam beberapa bidang. Utamanya pada bidang yang berkaitan dengan proses kreatif pemuda.
“Padahal pemuda merupakan golongan yang secara psikologis dan sosial sangat terpengaruh dengan keberadaan industri, termasuk migas,†kata Pak Har, sapaan akrabnya.
Dia mengambil contoh, adanya beberapa realisasi program dari perusahaan yang justru tidak menampung pemuda sekitar.  “Salah satunya ada industri yang membentuk klub sepak bola, tapi justru mendatangkan pemain dari luar daerah setempat,†ujar Hariyadi memberikan contoh.
Ketidakterlibatan pemuda sekitar juga akibat adanya seleksi yang ketat dari perusahaan. Sehingga pemuda sekitar justru mengalami dampak psikologis karena merasa sudah tidak mampu lagi.
“Klub sepakbola atau program lain itu mungkin baik itu pemerintah dan juga perusahaan karena pasti berkualitas, tapi tidak baik bagi perkembangan pemuda sekitar,†kata Hariyadi.
Selain itu, contoh lain yaitu adanya program beasiswa yang hanya menampung sedikit remaja atau pemuda dari daerah atau desa dimana industri tersebut berdiri. Tapi karena seleksi yang ketat, akhirnya program tersebut didominasi oleh pemuda luar desa yang selama ini merasakan dampak dari keberadaan industri Migas.
“Itu baik bagi perusahaan atau pemerintah, tapi tentu tidak baik bagi warga sekitar,†tandasnya.
Untuk itu dia menyarankan, alangkah lebih baik beberapa program strategis diutamakan untuk pemuda sekitar terlebih dahulu. Sebelum masyarakat luar daerah dapat menikmatinya.(edp)