Produksi Ikan Capai 112 ribu ton

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Produksi perikanan Lamongan, Jawa Timur pada pada tahun 2013 mencapai sebanyak 112.384,38 ton. Produksi ikan ini meningkat sebesar 2,67 persen dibandingkan pada tahun 2012 yang total produksinya mencapai 109.457,97 ton.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Suyatmoko melalui Kabag Humas dan Infokom, Mohammad Zamroni, meningkatnya produksi ikan itu ditopang dari peningkatan produksi dua jenis usaha perikanan. Yakni perikanan budidaya sebanyak 39.201,38 ton dan produksi usaha perikanan tangkap baik perairan umum mapun laut sebanyak 73.183,00 ton.

Disebutkan, peningkatan produksi perikanan tangkap tahun 2013 sebesar 73.183,00 ton dari yang tahun sebelumnya 72.212,80 ton karena dipengaruhi adanya optimalisasi pemanfaatan perairan umum serta adanya kegiatan restocking waduk-waduk yang ada di Lamongan.

“Restocking dengan penebaran benih yang dilakukan secara rutin dari tahun ke tahun ini diharapkan mampu meningkatkan populasi ikan ekonomis yang ada di waduk. Dengan bertambahnya jumlah ikan di waduk, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” kata dia.

Selain itu,  adanya introduksi dan inovasi pemberian bantuan alat tangkap perikanan modern dan upaya revitalisasi kawasan lingkungan perairan laut yaitu berupa kegiatan rumpon dasar juga turut meningkatkan produksi perikanan tangkap.

Baca Juga :   Temukan Lembaga Penyiaran Tak Patuhi Kode Etik

Sementara untuk perikanan budidaya ada kenaikan dari produksi tahun 2012 yang sebesar 37.245,17 ton menjadi 39.201,38 ton. Peningkatan tersebut sebagai akibat introduksi teknologi, kemudahan akses permodalan dan pelatihan serta bimbingan mengenai cara budidaya ikan yang baik dan benar.

“Di sisi lain, peningkatan jumlah produksi perikanan juga didukung oleh penurunan jumlah alat tangkap yang tidak berizin. Pada tahun 2013, jumlah alat tangkap ikan yang tidak berijin menjadi 6.662 unit dari sebelumnya 7.595 unit atau turun sebanyak 12,28 persen, “ pungkas dia.

Walau produksi ikan meningkat, Dinas Perikanan dan Kelautan Lamongan seakan abai dengan nasib nelayan yang selalu kesulitan dalam mendapatkan solar untuk melaut. Selama ini keberadaan Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) di pelabuhan wilayah Pantura Lamongan tidak pernah mencukupi pasokan solar nelayan.

Minimnya pasokan solar SPDN menjadikan nelayan terpaksa harus membeli solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Padahal jarak antara pelabuhan dan SPBU lumayan jauh sehingga nelayan selalu kesulitan. Selain itu mereka juga harus berebut mendapatkan kebutuhan solar dengan kendaraan umum lainnya. (tok)

Baca Juga :   Ribuan Pekerja Blok Cepu Ikuti Upacara 17 Agustus

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *