CSR Blok Tuban Tak Tepat Sasaran

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) IDFoS  telah melakukan audit sosial secara internal di masyarakat desa ring 1 Lapangan Sukowati, Blok Tuban, yang di operatori oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Hasilnya LSM lokal Bojonegoro, Jawa Timur itu menemukan CSR yang digulirkan tak tepat sasaran.

Direktur IDFoS, Ahmad Taufik, mengatakan, pihaknya melakukan korespondesi terhadap masyarakat di sekitar lokasi pertambangan mengenai dampak program CSR yang diberikan oleh JOB P-PEJ.

“Kami menilai program CSR yang disampaikan JOB P-PEJ hanyalah kamuflase belaka,” tandasnya.

Dia menyampaikan, program yang diberikan seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan warga dan bisa bermanfaat. Bukan tambah membebani dan akhirnya muspro atau sia-sia.

“Seharusnya juga perlu adanya sinkronisasi dengan program pemerintah kabupaten,” tegasnya.

Sementara itu, Nuraini, warga desa Ngampel, Kecamatan Kapas, mengaku, tidak begitu memahami program CSR yang diberikan oleh operator selama ini. Dari program yang diberikan  melalui kepala desa selama ini diantaranya pengobatan gratis, kambing, bibit tanaman, maupun bibit udang untuk dikembang biakkan, tapi gagal.

Baca Juga :   Tunggu Tali Asih, Petani Ngampel Andalkan Panenan

“Ada yang berhasil, ada yang gagal. Enaknya dikasih uang  meskipun jarang, ” kata ibu satu anak ini.

Lain itu, Ketua RT 18 Desa Campurejo, Dimyati, juga mengatakan, program beternak ayam irak dari JOB P-PEJ melalui pemerintah desa dinilai kurang tepat sasaran. Karena belum tentu keluarganya mau menampung ayam-ayam di halaman depan rumah.

“Ya saya ini kan guru, keberatan juga kalau harus dibebani tanggung jawab beternak ayam, harusnya kasih program yang memberikan dampak langsung ke masyarakat,” ujar guru agama ini.

Dimyati menyebutkan, tidak sedikit warganya yang menolak program beternak ayam ini karena beberapa alasan. Bahkan, warga sempat mengusulkan program CSR yang lebih bermanfaat namun tidak ada tanggapan.

“Kandang dan ayam masih di balai desa, program ini diserahkan ke masing-masing ketua RT dan saya belum tahu harus berbuat apa,” imbuhnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *