Tunggu Tali Asih, Petani Ngampel Andalkan Panenan

SuaraBanyuurip.com - – Ririn Wedia

Bojonegoro – Petani di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, desa ring 1 Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, yang di operatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) bisa sedikit bernafas lega karena saat ini tanaman mereka mulai memasuki masa panen.

Para petani mengaku, jika panen tahun ini menjadi andalan mereka di sela-sela menanti tali asih yang dijanjikan operator senilai Rp50 juta yang sampai sekarang terealisasi.

Samini (50), warga RT 3 RW 1, mengatakan, selama ini dia bersama dua anaknya hanya mengandalkan sawah seluas 100 meter untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Selain pemberian tali asih dari JOB P-PEJ senilai Rp 70.000/ bulan, hasil panen sebagian bisa disimpan, dan sebagian bisa dijual.

“Biasanya tali asih diberi tiga bulan sekali, tapi yang sekarang belum dapat,” katanya kepada suaraBanyuurip.com, Sabtu (12/4/2014).

Dia menyampaikan, panen sekarang ini hanya menghasilkan 5 kwintal gabah dengan harga 1 kwintalnya senilai Rp 33.000. Hasil itu belum dikurangi biaya untuk memberi upah ke lima buruh tani senilai Rp 150.000.

“Suami saya sudah meninggal, sawah ini satu-satunya harapan hidup jadi tidak akan pernah saya jual,” ujar dia, menuturkan.

Sementara itu, Mariyem (60), petani lain mengaku, dirinya bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi diri sendiri dan ke tiga anaknya yang menginjak usia dewasa. Dari dulu sampai sekarang, hanya pekerjaan itu yang diandalkan.

“Upah yang saya terima ya uang Rp 5000 sama beras 2 Kg untuk satu harinya,” sambung.

Petani lain yang juga panen di sekitar Pad B Lapangan Sukowati adalah Suparman (50). Dia mengaku, mempekerjakan 6 buruh tani diantaranya 2 wanita di sawahnya seluas sekira 250 meter. Sawah tersebut dapat menghasilkan kurang lebih 25 kuintal gabah untuk persediaan selama 4 bulan hingga menjelang masa tanam.

“Cukup lah Mbak, buat keluarga tanpa mengandalkan bantuan tali asih, karena menunggu pun juga tidak jelas kapan dikasihnya, ” tandasnya.

Terpisah, Field Administration Superitendant, JOB P-PEJ, Basith Syarwani, mengungkapkan, adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun 2013 tidak memperbolehkan pemberian uang tunai, sehingga pada sekarang ini tali asih tersebut dialihkan pemberian sembako.

“Kita masih mensurvei mana toko yang bisa menyediakan beras, atau kebutuhan sembako lainnya untuk kemudian diserahkan masyarakat,” pungkas Basith.(rien)

Baca Juga :   Dukung Program Prioritas Pemkab Bojonegoro, Enam Perusahaan Diganjar CSR Award 2025

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *