Kontraktor Lokal Belajar dari Proyek Banyuurip

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Ditemukannya sejumlah permasalahan dalam proyek banyuurip, Blok Cepu dinilai merupakan bentuk pembelajaran kontraktor lokal, baik bagi kontraktor Bojonegoro, Jawa Timur maupun di sekitar lokasi proyek.

“Semua karena memang belum paham,” kata Eko, salah satu kontraktor lokal dari Desa Gayam Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (15/3/2014).

Dia mengakui, jika untuk terlibat didalam proyek banyak mekanisme yang harus dilakukan. Termasuk diantaranya persoalan administrasi dan perpajakan. Sehingga berdampak pada masalah keterlambatan invoice (penagihan) sampai telatnya gaji pekerja.

“Kalau pajaknya sudah dibayar, maka invoicenya akan dipenuhi, paling lambat dua bulan,”akunya.

Karena itu, dia berharap dengan adanya proyek Banyuurip, kontraktor lokal bisa belajar banyak. Selain itu,lanjut dia, harus siap dalam permodalan yang besaranya disesuaikan dengan nilai tender proyek yang akan dikerjakan.

“Namun kembali ke kebijakan perusahaan lokal itu sendiri,” cetusnya.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Mulai 17 Juli, Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Vaksin Booster

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *