SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Industrialisasi minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang mulai berkembang saat ini dipastikan akan mempersempit lahan pertanian yang ada di wilayah setempat.
Tercatat saat ini ada beberapa lapangan migas di Bojonegoro yang sedang dilakukan eksplorasi maupun eksploitasi. Yakni Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Lapangan Sukowati Blok, Tuban maupun Sumur Tiung Biru. Kemudian rencana lapangan Gas Cepu dan Blok Blora.
Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Radjasa, menyarankan, agar pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat membuka lahan baru karena masuknya industrialisasi migas.
“Tidak hanya di Jawa, tetapi di luar Jawa juga membuka lahan baru,” tegasnya kepada. Suarabanyuurip.com saat melakukan kunjungan kerja di Bojonegoro beberpa waktu lalu.
Dia mengungkapkan, pembukaan lahan baru ada seluas 1 juta hektar di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua sebagian di Sumatera. Sementara di pulau Jawa lebih terbatas lahannya sehingga mengarah pada intensifikasi.
“Lahan di Jawa tidak boleh dikonversi, apalagi Bojonegoro yang mulai menjadi kota industri,” tandasnya.
Dia menyatakan, lahan tidak boleh dikonversi apabila tidak ada gantinya atau tukar guling karena sudah sesuai dengan undang-undang. Bahkan, dengan masuknya investor luar daerah yang menggunakan lahan pertanian wajib melakukan hal itu.
“Harus ada lahan pengganti kalau pakai lahan produktif,” tegas Hatta.(rien)