Akademisi Unigoro Dr. Laily Agustina Terima Penghargaan Penggiat Geopark Bojonegoro

Akademisi Unigoro, Dr. Laely Agustina
Akademisi Unigoro, Dr. Laely Agustina Rahmawati (paling kiri) bersama para penerima penghargaan Penggiat Geopark Bojonegoro berfoto bersama Bupati Setyo Wahono dan Vice President GGN Prof. Emeritus Dato' Dr. Ibrahim Komoo.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan akademisi yang dinilai berkontribusi aktif dalam pengembangan dan pelestarian Geopark Bojonegoro.

‎Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Bojonegoro sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para penerima dalam bidang kebudayaan, edukasi, paleontologi, hingga konservasi keanekaragaman hayati.

‎Salah satu penerima penghargaan adalah Dr. Laily Agustina Rahmawati, S.Si., M.Sc, akademisi dari Universitas Bojonegoro (Unigoro), yang menerima penghargaan sebagai Penggiat Geopark Bidang Konservasi Keanekaragaman Hayati.

‎Bu Laily, begitu ia disapa, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kabupaten Bojonegoro, khususnya kepada Bupati, Bappeda, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), serta Badan Pengelola (BP) Geopark Bojonegoro.

‎“Penghargaan ini merupakan kehormatan bagi saya secara pribadi dan juga bagi institusi Universitas Bojonegoro. Namun, jujur saya merasa belum sepenuhnya pantas, karena pekerjaan rumah Geopark Bojonegoro dalam aspek konservasi keanekaragaman hayati masih sangat banyak,” ujarnya.

‎Ia mencontohkan masih adanya tantangan serius dalam perlindungan flora langka, salah satunya Dendrobium capra, anggrek endemik kebanggaan Bojonegoro yang masuk dalam Red List International Union for Conservation of Nature dengan status Endangered (EN). Menurutnya, spesies tersebut memiliki nilai penting untuk meningkatkan value Geopark Bojonegoro di tingkat internasional dari sisi biodiversitas.

‎“Masih banyak potensi keanekaragaman hayati Geopark Bojonegoro yang belum terungkap. Ini menjadi PR besar kami ke depan. Namun saya percaya, hal-hal kecil yang dilakukan dengan sepenuh hati pada akhirnya akan membuahkan hasil,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (21/1/2026).

‎Selain itu, Laily juga menekankan pentingnya peran Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro ke depan. Menurutnya, pusat informasi tersebut sangat strategis sebagai garda terdepan edukasi, promosi, dan koordinasi pengelolaan geopark.

‎“Pusat informasi ini menjadi ruang interpretasi yang menyajikan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta nilai budaya Bojonegoro secara terpadu dan mudah dipahami oleh masyarakat maupun wisatawan,” jelasnya.

‎Sementara itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Welly Fritama mengatakan, penghargaan ini diharapkan dapat memacu kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat Geopark Bojonegoro, tidak hanya sebagai destinasi wisata berbasis geologi, tetapi juga sebagai kawasan edukasi dan konservasi berkelanjutan.

‎”Kami juga mengucapkan terima kepada Bapak Bupati Bojonegoro, teman teman penggiat geopark yang telah memberikan bantuan dan dukungan sehingga pengembangan dan pelestarian geosite geopark dapat berjalan dengan baik, dan juga semua pihak yang telah memberikan support ke gedung PIGG,” tandasnya.(fin)

Berikut Daftar Penggiat Geopark  Penerima Penghargaan Bupati Bojonegoro yang Diserahterimakan Selasa 20 Januari 2026:

‎Dr. Laily Agustina Rahmawati, S.Si., M.Sc – Akademisi Penggiat Geopark Bidang Konservasi Keanekaragaman Hayati

‎Hary Nugroho – Pemerhati Koleksi Paleontologi di Bojonegoro

‎M. Ali Safaat – Pemerhati Koleksi Paleontologi di Bojonegoro

‎Supangat – Pemerhati Koleksi Paleontologi di Bojonegoro

‎Sigid Budiagung – Pemerhati Koleksi Paleontologi di Bojonegoro

‎Agni Istigfar Paribrata – Penggerak Edukasi dan Pengembangan Geopark Bojonegoro

‎Bambang Sutrisno – Pelestari Kebudayaan Samin Bojonegoro.

Pos terkait