SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Mobil Cepu Ltd (MCL)Â beralasan ditundanya Lapangan terintegrasi Cendana, proyek Gas Cepu karena ingin lebih fokus pada proyek Banyuurip, Blok Cepu.
“Kita fokus untuk yang Banyuurip dulu,” kata Field Public and Governmen Affairs Manajer MCL Rexy Mawardijaya, Senin (17/3/2014).
Dia menjelaskan, jika saat ini pengerjaan proyek Banyuurip dari kelima paket EPC 1 sampai 5 mencapai 80 persen. Sedangkan untuk produksi awal masih bertahan dikisaran 29 ribu bph.
Disinggung besaran target produksi untuk tahun 2014, Rexy belum bisa memastikan. Sebab, produksi di Lapangan Banyuurip berlangsung secara bertahap. Dimulai dari 22 ribu, 24 ribu, 26 ribu, dan saat ini 29 ribu.
“Tentunya bertahap,” imbuhnya.
Penambahan jumlah produksi tersebut, lanjut dia, tidak bisa dipaksakan karena harus menyesuaikan kemampuan dan mengedepankan aspek keselamatan. “Kalau tidak safety lebih baik tidak kita paksakan,” ujarnya.
Pernyataan berbeda sebelumnya diungkapkan Direktur Utama PT. Asri Dharma Sejahtera (ADS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Ganesa Askari. Menurut Ganesa, ditundanya Lapangan Cendana lantaran belum ada kesesuain harga gas.Sehingga MCL mempertimbangkan kembali investasi yang akan dilakukan di Lapangan Cendana.(roz)