Ada Kebun Jambu Kristal di Sekitar Blok Cepu

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Meski berada di desa ring 1 Ladang Migas Blok Cepu, tak membuat semua warga di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tergiur ingin terlibat dalam proyek Banyuurip. Buktinya masih ada warga yang menciptakan peluang usaha sendiri untuk mencukupi kebutuhan hidup keluargannya.

Seperti yang dilakukan Ary Gunawan, warga RT/RW/ 10/04, Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam. Dia melakukan budi daya jambu kristal untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Lebih baik saya membuka peluang usaha sendiri dengan membudidaya jambu kristal ini dari pada saya harus berebut kerja di proyek migas Banyuurip,” kata Ary Gunawan saat ditemui suarabanyuurip.com di kebun jambunya, Selasa (18/03/2014).

Dia menjelaskan, budi daya Jambu Kristal itu mulai dilakukan 2011 silam dengan menanam sebanyak 100 pohon di lahan seluas sekira 1500 meter persegi (M2).

Dari 1500 pohon yang ditanam itu, lanjut Ary, sudah berbuah. Bahkan hasilnya sudah pernah dijual kepada salah satu pengusaha katering yang melayani pekerja proyek migas Banyuurip. Untuk harga Per kilogramnya, jambu berukuran kecil dijual seharga Rp20.000, dan ukuran besar sampai Rp40.000.

Baca Juga :   Jamin Uang Pecahan Asli

“Untuk satu pohon bisa menghasilkan 3 kilo buah jambu kristal. Hasil segitu belum maksimal karena kalau dirawat dengan lebih baik lagi hasil bisa lebih 3 kilo,” ujar Ary mengungkapkan.

“Biasanya, buah maksimal pada musim kemarau. Jika musim hujan buah tidak maksimal karena kebanyakan air,” lanjut dia.

Pemuda yang masih membujang itu mengaku, untuk penanaman jambu kristal tidak sulit. Hanya melalui pencangkokan kemudian dikarangtina di polybek sekira 1 bulan setelah itu ditanam.

“Sementara ini saya belum berfikir memperbanyak buah. Tetapi memperbanyak pengembangan pohon. Agar kedepan hasil yang saya dapat lebih banyak lagi, Mas,” akunya.

Ary mengaku, sudah melakukan penjualan jambu kristal sebanyak tiga kali dan mendapatkan uang senilai Rp3 juta. Menurut dia, produksi jambu ini belum maksimal karena jika dirawat dengan baik setiap kali penjualan bisa mendapatkan uang lebih dari Rp1 juta.

“Karena, jika daun yang tua diambili dan muncul tunas yang baru akan berbuah lebih banyak lagi,” ungkapnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   SMKN 1 Lamongan Melaju ke Provinsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *