SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Pengadaan alat panen multiguna bantuan Dinas Pertanian dan Kehutan Lamongan, Jawa Timur ke kelompok tani di wilayah setempat tahun 2014 ini ditiadakan.
“Tahun ini bantuan alat panen multiguna tidak ada“ kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan, Suhariyanto dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Rabu (19/3/2014).
Dia mengungkapkan, ditiadakannya bantuan alat multiguna itu dikarenakan pada 2013 lalu telah memberikan bantuan sebanyak 27 alat panen multiguna ke 27 kelompok tani.
Para petani mengaku bantuan alat multiguna itu dianggap lebih ekonomis sekaligus lebih menyingkat waktu panen. Sejak adanya alat panen berbentuk seperti traktor tersebut petani tidak harus mencari preman (buruh untuk membantu panen). Sehingga biaya pengeluaran untuk membayar upah preman bisa ditekan.
Ketua Kelompok Tani Kemakmuran Desa Bulutengger, Heri Santoso, pihaknya menerima bantuan alat panen multiguna bermerk Combine Chasvester. Alat itu lebih ekonomis dan sangat menguntungkan petani.
“Alat ini banyak disewa petani di Wilayah Kecamatan Sekaran. Harga sewanya Rp250 ribu per 100 meter sawah,“ kata Heri Santoso.
Untuk memanen padi dilahan seluas 100 meter tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. “Bahan bakarnya solar. Rata-rata perhari menghabiskan 40 liter solar, “ ujar Heri.
Di saat musim panen seperti sekarang ni alat panen multiguna sangat laris disewa. Untuk membawa kelokasi di desa-desa harus diangkut dengan mobil picuk up.
Kepala UPT Dinas Pertanian dan Kehutan Kecamatan Sekaran, Harry menambahkan, alat panen multiguna bisa menekan kerugian akibat kehilangan hasil panen hingga 7 persen.
“Kalau panen dengan cara manual, tingkat kehilangan hasil panen sekitar 10 persen dengan menggunakan mesin panen multiguna hanya 3 persen,“ kata Harry dikonfirmasi terpisah.(tok)