DBH Migas Untuk Pendidikan Ambigu

SuaraBanyuurip.com Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Pekerjaan Umum  (DPU) Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur menegaskan, tidak adanya  llokasi Dana Bagi Basil (DBH) Migas untuk sektor pendidikan sebesar Rp11.298.183.878 karena Dinas Pendidikan sudah mendapatkan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

“Kalau tidak salah jumlah DAK yang diterima Bojonegoro sebesar Rp200 juta dan dikerjakan oleh sekolah,” ungkap Kepala DPU Bojonegoro, Andy Tjandra, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (19/3/2014).

Dia menyatakan, apabila DPU mengerjakan rehabilitasi atau kebutuhan untuk sekolah akan terjadi tumpang tindih anggaran, yakni dari DAK dan DBH Migas.  DBH Migas pendidikan tidak untuk renovasi tetapi pembangunan sekolah baru.

“Padahal kita punya rencana, sekolah itu dari sisi konstruksi sudah tidak layak. Kalau tahun 2012 sudah mendapat DAK tapi belum dilakukan audit, tiba-tiba saya bongkar pasti akan timbul permasalahan,” tegasnya.

Andy menyampaikan, pada tahun 2014 ini akan melakukan pembangunan gedung sekolah baru baik tingkat SD, SMP, maupun SMA dengan menggunakan alokasi DBH Migas pendidikan tahun anggaran 2013.

Baca Juga :   Raskin Seperti Bekatul Dibagikan Warga

“Jumlah sekolah belum pasti, yang jelas kami akan memprioritaskan daerah di sekitar tambang migas,” sergahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Khusnul Khuluq, menyatakan, DAK diprioritaskan untuk kebutuhan buku bagi siswa SD, SMP, maupun SMA se Kabupaten Bojonegoro karena kebutuhan buku selama ini belum terpenuhi.

“Karena kebutuhan buku pada semester satu dari dana BOS dari pemerintah pusat, sementara untuk semester dua menggunakan dana DAK. Setelah selesai DAK ini untuk buku, baru untuk yang lain-lain,” kata Khusnul yang enggan menyebutkan nilai total DAK tersebut. (rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *