Petani Banyuurip Trauma Tanam Palawija

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Petani dari desa sekitar ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur trauma menanam palawija di ladangnya. Mereka khawatir tanaman jenis kedelai, dan kacang tanah yang biasa ditanam tidak bisa panen seperti musim tanam sebelumnya.   

Para petani di sana menduga kegagalan panen palawija tersebut, akibat maraknya lampu penerangan jalan yang ada di sekitar lokasi proyek Banyuurip. Salah satunya adalah lampu penerangan yang terpasang di lokasi Gas and Oil Separation Plant (GOSP).

Kuatnya cahaya lampu tersebut ditengarai mengakibatkan bunga palawija tak bisa membuahi. Sehingga, tidak menghasilkan panen yang maksimal.

“Kalau kondisi pertumbuhan tanamannya subur sekali, Mas. Tetapi, ketika pada saat bunga banyak yang rontok. Indikasinya, akibat terkena sinar lampu penerangan tersebut. Akibatnya, petani enggan menanam palawija. Andaikan ada, itu minim yang menanamnya,” kata Gunawan warga Desa Gayam kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (19/03/2014).

Warga yang berdomisili di Dusun Temlokorejo ini menjelaskan, dengan seringnya kondisi terang baik malam maupun siang hari tanaman hanya mengarah pada kesuburan pertumbahan saja. Namun, tidak membuat buah ataupun bijinya. Kejadian ini pernah dilakukan pengecekan oleh Dinas Pertanian beberapa tahun lalu.

Baca Juga :   Bupati Kukuhkan 777 Pejabat SOTK

“Seingat saya pada tahun 2012 Dinas Pertanian mengeceknya. Tetapi, sampai saat ini hasilnya seperti apa, dan dilakukan pengecekan lagi apa tidak juga belum ada kabar kelanjutannya,” akunya.

Wajib, warga Desa Gayam yang lain mengharapkan, Dinas Pertanian maupun dinas terkait lainnya untuk segera mengambil langkah agar kondisi pertanian di sekitar Banyuurip tetap menghasilkan panen sesuai harapan. Karena, saat ini sudah musim tanam kedua, dan biasanya tidak semua petani menanam padi kembali. Namun, juga mengarah pada menanam palawija.

“Kalau tanaman padi tidak begitu terpengaruh dangan adanya lampu penerangan itu. Hanya tanaman palawija saja yang terpengaruh. Bahkan, saya sendiri pernah mengalami tanaman kedelai saya tahun yang lalu didekat GOSP tidak panen. Hanya kondisi tanamannya saja yang subur. Tetapi, tidak berbuah atau berisi. Karena, bunganya pada rontok,” sambung Wajib menerangkan.

Dikonfirmasi terpisah, Kapala Dinas Pertanian Bojonegoro, Djupari, mangaku akan dilakukan cek lapangan apakah lampu penerangan itu mengganggu tanaman pertanian apa tidak. “Saya akan cek dulu ya, Mas,” kata Djupari. (sam)

Baca Juga :   EMCL Akan Koordinasikan Hasil Hearing

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *