Tangani Bencana Migas, BPBD Akan Gandeng Operator

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku akan menggandeng Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang beroperasi di Bojonegoro untuk menangani masalah bencana akibat eksplorasi maupun eksploitasi migas.

KKKS Migas yang dimaksud adalah Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOBP-PEJ) operator Blok Tuban, Pertamina EP Asset 4, operator Sumur Migas Tiung Biru (TBR),  dan operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL).

Kepala BPBD, Amir Syahid, mengungkapkan, selama ini masing-masing kontraktor belum menggandeng BPBD untuk masalah kebencananaan di desa sekitar pertambangan migas khususnya masyarakat yang terdampak langsung.

“Kita tidak berharap ada bencana, tapi resiko itu pasti ada dan tanpa diduga,” tegas Amir kepada suarabanyuurip.com, Kamis (20/3/2014).

Dia menyampaikan, masyarakat di sekitar wilayah pertambangan atau ring 1 perlu mendapatkan pelatihan kebencanaan agar mengerti dan memahami apa yang seharusnya dilakukan pada saat terjadi bencana di lokasi pengeboran.

“Misalnya saja terjadi kebocoran gas,” imbuhnya.

Mantan Camat Balen itu menyatakan, saat ini BPBD berupaya mengkomunikasikan hal ini kepada masing-masing KKKS untuk membahas permasalahan tersebut. Karena hingga kini belum ada satupun yang menggandeng BPBD ketika terjadi kecelakaan kerja yang menimbulkan bahaya.

Baca Juga :   Pertamina Laporkan Penimbunan Minyak Ilegal

“Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana di dalam lokasi proyek,” tandasya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *