SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Adanya dua lokasi ladang Migas, dan bakal dikerjakan oleh dua operator yang berbeda menjadi harapan bagi Pemerintah Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa-Timur bisa memberikan manfaat bagi warga desa sekitar diberbagai bidang.
Dua ladang Migas itu adalah sumur minyak Alas Tua Barat (ATW) di Desa Ngasem yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL), dan sumur gas Jambaran di Desa Bandungrejo yang dioperatori oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) yang akan diunitisasi dengan sumur Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro.
Camat Ngasem, Suwignyo, mengatakan, meski belum dikerjakan lagi, sumur ATW dan Jambaran nantinya diharapkan bisa memberikan manfaat bagi warga desa sekitar. Baik, manfaat yang mengarah pada bidang pembangunan juga peningkatan ekonomi warga.
“Semoga dua sumur migas ini kedepan bisa menjadikan peningkatan bagi warga desa sekitar, Mas,” kata Suwignyo kepada Suarabanyuurip.com via telepon, Jumat (21/03/2014).
Ketika disinggung sampai saat ini apakah sudah ada perkembangan akan segera dikerjakan. Mantan Camat Bubulan ini mengaku, belum ada perkembangan yang siknifikan tentang perkembangan pelaksanaan proyek.
“Belum ada, Mas. Masih adem ayem. Kelihatannya, hanya security saja yang bertugas menjaga dilokasi masing-masing,” jelasnya.
Dia menambahkan, jika nanti dua sumur migas dikerjakan, baik MCL mapun PEPC agar tetap memperhatikan warga sekitar. Tentunya terkait keterlibatan warga dalam pengerjaan proyeknya.
“Keterlibatan warga secara maksimal yang disesuaikan dengan keahlihannya masing-masing itu perlu dilakukan. Agar, warga bisa ikut menikmati hasil dari dua sumur migas tersebut,” imbuhnya menerangkan.(sam)