Buruh Bantah Adanya Unsur Sabotase

Minyak nglobo luber

SuaraBanyuurip.com - Ahmad sampurno

Blora – Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menampik anggapan adanya unsure sabotase atas terhentinya operasional KSO Pertamina PT Geo Cepu Indonesia (GCI). 

“Terkait tudingan sabotase sangat tidak benar. Justru SPKP mengirimkan surat resmi dengan nomor 39/spkp/cpu/IV/2017. Mengingatkan bahwa buruh sedang mogok kerja sehingga management agar segera menempatkan pada fungsi masing-masing agar produksi tetap berjalan,” kata Sekretaris SPKP Cepu, Ebeneser Prasetyadi, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (3/4/2017) kemarin. 

Pihaknya menegaskan, bahwa tenaga kerja adalah murni sedang menuntut hak dan menyikapi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

Keadaan yang terjadi sebenarnya, lanjut dia, justru team dari management  yang ditempatkan tidak mempunyai kompetensi tertentu sehingga terjadi minyak tumpah pada Setasiun pengumpul (SP)2.

“Justru SPKP menginfokan kejadian ini sehingga management dalam hal ini mengambil keputusan untuk segera dimatikan powerplant dan dilaksanakan oleh karyawan GCI  (Karyawan Organik bukan dari Vendor) dan dibantu oleh kawan-kawan di lapangan,” tandasnya.

Sehingga , kata dia, tidak benar kalau buruh dikatakan melakukan SABOTASE. Justru dari buruh yang membantu dalam keadaan darurat serta terjadi insiden di lapangan. Supaya tumpahan minyak tidak sampai masuk sungai.

Baca Juga :   Pekerja Migas Butuh Safety Management

“Kalau dibiarkan terus menerus  tumpah, maka dimungkinkan minyak bisa meluber hingga masuk sungai,” tegasnya.

Pihak Kepolisian Resort (Polres) Blora Jawa Tengah, menganggap adanya unsur sabotase yang disinyalir dari para buruh yang tergabung dalam serikat Pekerja Pertamina (SPKP) Cepu dengan mematikan mesin, supaya operasi KSO Pertamina PT Geo Cepu Indonesia (GCI) menjadi terganggu. 

Wakapolres Blora, Kompol Indriyanto Dian Purnomo, meyatakan, bahwa pihaknya telah mengirimkan anggotanya melakukan pengamanan pada PT GCI, untuk mengantisipasi konflik dan sabotase dari karyawan kemarin, Minggu (2/4/2017) . Merasa kinerja proses produksinya terganggu, lanjut dia, PT GCI meminta tambahan pengamanan dari Polres Blora. 

Dia menegaskan, sempat terjadi sabotase dari mantan karyawan PT. GCI yang terkena PHK. Mereka sempat mematikan mesin produksi pengeboran minyak agar tidak beroprasi.

“Kemarin sempat dihentikan paksa beberapa jam. Tapi sejak Minggu pagi pukul 10.00 WIB, semua sumur telah beroperasi,” tegasnya.

Sementara, Ekternal Relation PT GCI, enggan menanggapi terkait anggapan Sabotase tersebut. “Kami belum bisa jawab, Mas. Akan dikoordinasikan internal terlebih dahulu ya,” terangnya singkat. (ams) 

Baca Juga :   Kilang Pertamina Plaju Jaga Keandalan untuk Dukung Satgas RAFI

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *