SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Salah satu lahan di proyek Banyuurip, Blok Cepu, yang belum juga terselesaikan adalah milik Munip, warga Dusun Templokorejo, Desa Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Kepada suarabanyuurip.com, Munib mengaku, lahan miliknya seluas 2000 m3 masih ditawar dibawah harga yang dimintanya. Dari harga Rp2 miliar yang dia minta, ditawar menjadi Rp700 juta.
“Masih ditawar lagi Rp.700 juta. Bagi saya buat apa jumlah segitu,” kata dia Sabtu (22/3/2014).
Dia menjelaskan, letak lahannya berdekatan dengan lokasi proyek Banyuurip. Karena belum adanya kesepakatan harga, membuat operator tetap memagarnya yang relatif dekat dengan rumahnya.
“Dipagar dengan bentuk leter U,” ujar Munib menerangkan.
Dia mengungkapkan, total lahannya seluas 3000 m2, dan telah terjual 1000 m2 pada tahun 2005 lalu seharga 30 juta. Sedangkan sisanya dia memintak harga 2 M.
“Paling tidak bisa bisa turun jadi 1,5 M,” tegasnya.
Dia mematok harga tersebut dengan alasan letak lahanya cukup berdekatan antara rumahnya dengan well Pad A dan C Lapangan Banyuurip. Sehingga jika laku dengan harga yag dia minta, maka dia bersedia pindah.
“Harga tersebut termasuk rumah saya,”ucapnya.
Beberapa waktu lalu, lahan miliknya sempat membuat ramai, lantaran tanpa sepengetahuannya dibulldozozer oleh pekerja proyek EPC-1 Banyuurip. (roz)