SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) belum melaksnakan program Generasi Emas Bojonegoro (GEB)  yang direncanakan akan memberikan pelatihan kepada 5000 pemuda lokal.
Sampai saat ini lembaga plat merah yang ditunjuk menangangi program itu belum mengumumkan pelaksanaan soft opening yang dilakukan bersama Universitas Proklamasi 45 (UP45) asal Jogjakarta.
Direktur PT BBS, Deddy Afidick, menyampaikan, UP45 merupakan satu mitra dalam pembentukan generasi emas. Namun, yang menjadi permasalahan sekarang adalah belum ada penerima pekerja di Bojonegoro sehingga belum ada pelatihan yang dapat disesuaikan kebutuhan.
“Ya belum berjalan, karena masalahnya itu pemberi kerjanya belum ada,” tegasnya kepada suarabanyuurip.com.
Saat ditanya bagaimana mekanisme program Generasi Emas ini, Deddy menyatakan, secara resmi belum terbentuk. Tapi sesuai angan-angan tim akan diketuai oleh Kepala Disnakertransos, Â Adie Wicaksono. Sementara PT BBS menjadi sekretaris dan bendahara.
“Sisi bisnis to bisnisnya harus dikelola, bagaimana uang ini tidak hilang,” tandasnya.
Deddy menyampaikan, fungsi PT BBS sebagai perusahaan yang mencari dan mengendalikan tenaga kerja. Â Dari situlah BBS akan mendapatkan fee atau komisi yang dipergunakan untuk bunga bank dan beban biaya lainnya.
“Pelatihan ini bukan jaminan untuk mendapatkan pekerjaan, tapi menangkap lowongan yang ada,” imbuh pria yang pernah lebih dari 29 tahun berkecimpung di industry hulu migas itu.(rien)