SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Para Calon legislatif (Caleg) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur lebih banyak melakukan kampanye personal ketimbang mendatangkan tokoh nasional atau membuat panggung terbuka.
Selama masa kampanye caleg yang telah berlangsung sepekan ini hampir tidak ada kampanye panggung terbuka yang menghadirkan tokoh nasional dengan hiburan orkes hingga mendatangkan ribuan massa. Para caleg lebih memilih melakukan kampanye dengan terjun langsung kekonstituen dengan berbagai cara untuk meraih simpati massa sebanyak mungkin. Cara itu dianggap lebih efektif dan menghemat biaya dibanding dengan kampanye terbuka dengan mendatangkan tokoh parpol dari pusat.
Seperti model kampanye yang dilakukan Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS). Untuk pemilu 2014 ini caleg PKS di Lamongan tidak mengadakan kampanye panggung terbuka. “PKS Lamongan menetapkan kebijakan tidak mengadakan panggung terbuka. Kampanye langsung terjun dan bersosialisasi kemasyarakat langsung dengan model diserahkan ke dapil masing-masing,” kata Caleg PKS Dapil III, Sarmadi kepada suarabanyuurip.com, Senin (24/3/2014).
DPD PKS Lamongan juga mengkau tidak mendatangkan tokoh parpol nasional karena berkosentrasi kampanye ditingkat provinsi.
Sementara Partai PDI-P menyerahkan sepenuhnya kampanye kepada caleg masing-masing. “Kampanye dilakukan lebih pada pemantapan kader dan simpatisan. Karena selama ini caleg sudah bekerja keras menghimpun suara massa,” kata Caleg PDIP-P, Sholikin.
Ditambahkan Sholikin, DPD PDI-P baru akan melakukan kampanye besar-besaran saat pemilu pilpres mendatang. “Saat Pilpres nanti semua kader akan all out mendukung kemenangan Jokowi,“ cetus mantan kades dua periode itu.
Caleg Gerindra dari dapil IV, Bambang Supriyadi, juga mengaku lebih suka berkampanye dengan mendatangi konstituen langsung ditiap desa. Cara kampanye panggung terbuka dianggap membuang-buang uang dan hasilnya kurang efektif.
“Secara pribadi saya lebih memilih terjun lansung kemasyarakat. Biar lebih bisa menjaring massa sebanyak-banyaknya,“ sambung caleg nomer urut 2 itu.
Senada juga dikatakan Caleg Gerinda Dapil 3, Sudjono yang lebih memilih kampanye tertutup. Seperti yang dilaksanakan pada Senin (24/3/2014). Anggota DPRD Lamongan yang akan maju lagi dalam pileg ini hanya mengumpulkan masa pendukung dan simpatisan partai disebuah rumah makan di Kecamatan Pucuk.
“Lebih ekonomis kampanye konsolidasi dari pada kampanye panggung terbuka,“ cetus Jono.(tok)