SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Kecelakaan kerja kembali terjadi di ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL). Kali ini menimpa dua pekerja yang sedang beraktifitas di lokasi well pad B di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur.
Dua pekerja tersebut masing-masing, Sarjak, warga Cirebon, Jawa Barat menderita luka parah hingga dilarikan ke rumah sakit di Suarabaya, dan Didik, asal Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Didik yang menderita luka ringan sudah kembali bekerja. Â
Informasi yang diperoleh di lapangan menyebut, para pekerja yang terlibat kecelakaan kerja tersebut bekerja di perusahan Servis Company BJ. Perusahaan ini melakukan aktifitas di ell pad B sumur Banyuurip.
Seorang warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Pujianto, mengungkapkan, insiden yang terjadi di lokasi proyek di wilayah well pad B tersebut sekira jam 16.00 WIB. Dengan korban sebanyak dua orang. Satu luka ringan dan satunya lagi parah.
“Informasi yang saya terima korban yang parah adalah Sarjak, warga Cirebon. Karena, lengan tangannya hampir putus terjepit alat berat. Sedangkan, Didik, warga Mojodelik luka ringan. Sarjak langsung dibawa ke Surabaya menggunakan ambulan yang disiapkan perusahaan, Mas,” kata Pujianto kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (25/03/2014).
Ketua LSM Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak (MTPM), Parmo, menyesalkan kembali munculnya insiden kerja di lokasi sumur Banyuurip tersebut. Karena, kejadian ini sudah sering terjadi.
“Padahal insiden kerja seperti ini sudah pernah terjadi di lokasi Banyuurip. Tapi kenapa sekarang terjadi lagi. Terus safetynya bagaimana katanya alat MCL canggih-canggih,” jelas pria yang juga tokoh masyarakat Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Bojonegoro.
Terpisah, Humas PT Pertamina Drelling Servise Indonesia (PDSI), Edo, membenarkan adanya insiden tersebut. “Ya benar sekarang lagi dibawa ke Surabaya, Pak,” kata Edo kepada Suarabanyuurip.com melalui pesan pendek.
Sayangnya Edo tak memberi konfirmasi tentang kronologi kejadian kecelakaan kerja tersebut. Â “Maaf Pak, sebab kita lain perusahan yang terjadi insiden dari perusahan servis company BJ,” katanya. (sam)Â