SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Pemenuhan kuota 30 persen calon legislatif (caleg) perempuan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), juga daerah lainnya di Tanah Air sebagaimana yang diamanatkan di dalam undang-udang masih membutuhkan perjuangan.
Demikian pendapat Alumnus Fakultas Administrasi Kebijakan Publik Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Drs. Hari Sudarwati, Msi, di Bojonegoro, Minggu.
Ia menjelaskan pemenuhan kuota caleg perempuan 30 persen masih membutuhkan perjuangan berbagai pihak, tidak hanya parpol, tetapi juga masyarakat luas, termasuk caleg yang bersangkutan, karena kehadiran caleg perempuan masih dianggap sebagai pelengkap.
Di awal penyusunan daftar calon sementara (DCS), menurut dia, sejumlah parpol masih kesulitan memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan.
“Banyak parpol kesulitan mempersiapkan caleg perempuan. Kemungkinan disebabkan tidak ada kader partai dari perempuan yang memiliki kapasitas cukup tampil sebagai caleg,” kata dia, yang juga calon legislative (caleg) Partai Hanura Bojonegoro Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Dander, Kapas, Kota, Trucuk.
Oleh karena itu, katanya, parpol terpaksa harus mengisi caleg perempuan sekenanya, dengan tujuan kuota caleg perempuan 30 persen bisa terpenuhi.
Bahkan, ia menyebutkan banyak parpol tidak segan-segan mengandeng caleg perempuan dari kalangan artis sebagai usaha mendongkrak perolehan suara dalam pemilu 2014.
Padahal, katanya, banyak kaum perempuan yang mumpuni di bidang politik, tetapi tidak tertarik terjun di dunia politik dengan berbagai alasan, antara lain, ketidaktertarikan kaum perempuan sampai posisi perempuan masih belum ada kesejajaran dengan caleg laki-laki.
Dengan demikian, lanjutnya, berbagai pihak harus terus mengusahakan tampilnya caleg perempuan di dunia politik agar memberi warna di parlemen.
“Paling tidak kehadiran caleg perempuan bisa memberikan sumbangan pemikiran dalam memecahkan persoalan yang ada,” kata wanita ramah itu.
Meski demikian, ia memberikan gambaran kehadiran caleg perempuan di kancah politik mulai menarik perhatian masyarakat di dunia internet.
Ia mengambarkan di google per 23 Maret 2014, dengan kata kunci caleg perempuan 2014 keluar sebanyak 5.720.000 item, dengan kata kunci caleg wanita 2014 keluar 19.500.000 item.
Item caleg perempuan dan wanita tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kata kunci caleg laki-laki 2014 yang hanya 2.330.000 item, sedangkan dengan kata kunci caleg pria 2014 keluar 16.800.000 item.
“Melihat perkembangan yang ada kehadiran caleg perempuan mulai diperhitungkan masyarakat,” pungkasnya.(suko)