Pemprov Dinilai Setengah Hati Perbaiki Jalan

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

 Blora – Pemprov Jawa Tengah (Jateng) dinilai setengah hati memperbaiki kondisi jalan provinsi yang rusak di wilayah Kabupaten Blora. Dana pembangunan jalan yang dialokasikan dari APBD Provinsi Jateng terlalu sedikit, sedangkan kerusakan jalan terjadi hampir di semua jalan provinsi yang ada di Bumi Samin.

Penilaian itu seperti disampaikan oleh, Arifin Ramli, Ketua Badan Pengurus Kabupaten Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Blora kepada SuaraBanyuurip.com,  Selasa (25/3/2014).

Menurutnya, anggaran yang sedikit itu dinilai Pemrov Jateng setengah hati. Jalan provinsi itu secara otomatis menjadi jalan penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seharusnya, apabila ada kerusakan jalan sudah menjadi tanggungjawab  Bina Marga Jawa Tengah,  selaku pengelola dan penanggungjawab jalan provinsi.

“Setiap tahun kalau ada pembangunan jalan, hanya sebatas perbaikan tambal sulam. Ketika satu titik diperbaiki dan pindah ke lokasi lain. Maka jalan yang sebelumnya diperbaiki sudah rusak kembali,” ujar Arifin.

Jumlah tonase muatan kendaraan yang terkadang melibihi batas tonase lalu lalang melintas di jalan provinsi yang ada di Blora. Seharusnya jalan provinsi itu dinaikkan dulu kelasnya menjadi jalan kelas nasional, sehingga biaya perbaikan dari APBN akan mengalir.

Baca Juga :   Petani Tuban Kesulitan Pupuk

“Dengan demikian kondisi jalan itu semakin bagus, dan layak untuk dilalui tonase muatan kendaraan berat tersebut,” imbuh Arifin.

Dia mencontohkan, untuk jalan Cepu sampai Randublatung yang panjangnya sekira 27 Km. Di kawasan ini kondisi kerusakannya mencapai 80 persen, namun tahun ini yang dibangun hanya sepanjang 2 Km saja.

“Perbaikan jalan provinsi antara Kelurahan Tanbakromo hingga Desa Mulyorejo di Kecamatan Cepu itu saja hanya sepanjang dua kilometer. Padahal kondisi jalan yang rusak masih puluhan kilometer,” ungkapnya.

Di samping kerusakan akibat tingginya curah hujan dan bencana alam, juga dipicu akibat meningkatnya kendaraan seperti dump truk dan trailer yang muatannya melebihi batas. Kendaraan tersebut banyak melintasi jalan yang lebarnya tak lebih dari 5 meter ini.

“Kondisi itu harus menjadi perhatian Pemprov. Jateng. Agar kedepannya lebih besar lagi mengalokasikan pembangunan jalan di Blora ini,” tandasnya.

Di lapangan, kondisi jalan antara Cepu menuju Blora juga mayoritas rusak parah. Itu terlihat mulai dari Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Desa Genjahan – Desa Jiken – Desa Cabak, Kecamatan Jiken, sampai masuk kawasan hutan menuju Kecamatan Sambong dan Cepu.

Baca Juga :   Pasangan Mesum Terjaring Operasi Pekat

“Apalagi kondisi jalan di tengah hutan antara Blora ke Cepu kondisinya rusak parah. Belum lagi kalau masuk wilayah Kecamatan Sambong lubang jalan hampir merata hingga ke Cepu,” imbuh Arifin. (ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *