SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Satu lagi permasalahan dihadapi petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Setelah sebagian petani dipusingkan dengan bahaya kekeringan, kini mereka dililit masalah kelangkaan pupuk yang terjadi sejak beberapa minggu terakhir.
Petani yang mengeluhkan kelangkaan pupuk ini, merupakan petani yang mempunyai area persawahan dengan irigasi yang cukup memadai.
“Padahal sekarang waktunya melakukan pemupukan,†kata Suwarno (30), salah satu petani asal Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Selasa (9/9/2014).
Petani lain, yaitu berasal dari Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, juga merasakan hal yang sama. Kendati masih mendapatkan pupuk, tetapi harganya sudah jauh melambung daripada harga normal.
Biasanya, mereka mendapatkan harga pupuk urea dan Sp-36 dengan harga 80 ribu perkarung dengan bobot 50 kilogram. Sementara sekarang harga pupuk ini menjadi 115 ribu perkilogram untuk satu karung dengan bobot 50 kilogram.
“Pupuk sekarang harganya mencapai 115 ribu perkilogram,†sambung Basar (35), petani lain asal Kecamatan Jenu.
Langkanya pupuk dan bahkan nyaris menghilang inipun membuat petani resah. Pasalnya usia tanaman padi mereka sudah menginjak satu bulan. Pada usia ini, tanaman padi sangat memerlukan pupuk supaya pertumbuhannya tidak terhambat.
“Kalau pupuk tidak cukup bisa kuntet (pertumbuhan tidak maksimal) tanaman padi ini,†tandas Bsar.(edp)