SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Kehadiran Proyek Pengembangan Gas Jawa di Area Blok Gundih dengan telah dibangunnya Central Processing Plan (CPP) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah masih menyisakan pertanyaan besar bagi masyarakat sekitar yang tinggal di desa-desa ring satu. Sebab sampai saat ini mereka masih minim pengetahuan tentang keadaan darurat yang dapat membahayakan.
Menurut Kepala Desa Sumber, Zaki Bachroni, aktivitas produksi gas bumi di Kilang Pengolahan gas terbesar se-Asia Tenggara yang dilakukan Pertamina EP. PPGJ harus mempunyai tanggungjawab untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar terkait kondisi darurat yang bisa berakibat fatal bagi mereka.
“Khususnya bagaimana masyarakat harus mengambil langkah bilamana nantinya kondisi darurat itu benar-benar terjadi,” katanya pada suarabanyuurip.com, Senin,(24/3/2014).
Zaki menilai, pengetahuan tentang dampak maupun tanggap darurat bagi masyarakat itu dirasa penting untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana akibat kegiatan tersebut. Meski dalam perjalanan masa produksi gas kedepan semua pihak berharap hal itu tidak akan terjadi.
“Namun antisipasi itu sangat diperlukan dengan melakukan simulasi penangan kondisi darurat,” imbuhnya.
Zaki meminta, simulasi penanganan kondisi darurat seperti kalau sampai terjadi kebocoran gas ataupun kebakaran harus segera diberikan lebih dini kepada warga, karena sebentar lagi gas sumber akan terproduksi. “Seharusnya simulasi itu segera diadakan, agar tidak terjadi misskomunikasi. Karena masyarakat sering tidak faham,” ungkapnya.
Seperti halnya beberapa hari yang lalu, tutur Zaki, ada bau belerang saja masyarakat sudah panik.”Banyak informasi yang belum diketahui oleh masyarakat yang tinggal di desa ring satu. Terlebih mereka yang tinggal dalam radisu luar ring satu dengan jarak 3 sampai 5 KM,” tandas Zaki.
Terpisah, Humas Pertamina EP. PPGJ, Yuliani mengatakan, dalam waktu dekat ini akan melakukan simulasi Penanganan Keadaan Darurat (PKD) untuk masyarakat ring satu. “Rencananya simulasi PKD akan kami adakan dalam minggu ini,” ujarnya.(ali)