SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pekerja proyek di Lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu berpotensi menyumbang jumlah angka Golongan Putih (Golput) atau tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum legislatif (Pileg) yang dijadwalkan pada 9 April 2014 mendatang.
“Kalau potensi golput dari Blok Cepu tetap ada,” kata Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bojonegoro, Mustofirin kepada suarabanyuurip.com, Senin (24/3/2014).
Menurut dia, munculnya golput bisa dipicu dari tenaga kerja yang bukan berasal dari warga setempat. Dalam arti lain, pendatang dari luar Bojonegoro.
“Amat disayangkan kalau ribuan tenaga kerja yang bukan dari warga lokal kehilangan suaranya,” ujarnya.
Sebelumnya, perkiraan tingginya angka golput disekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu juga diprediksi oleh
Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Warsito. Menurutnya golput di Desa Gayam bisa mencapai 20 persen. Pemicunya, selain lebih cenderung memilih kerja diproyek, warga yang masuk didalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) banyak yang merantau kerja diluar Bojonegoro.
“Sebagai panitia kita hanya bisa membantu mensukseskannya saja,” kata Warsito belum lama ini. (roz)