Insiden Well Pad B Pengaruhi Progres Kinerja

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Miga) menyatakan, insiden kecelakaan kerja pada sebuah proyek industri ekstraktif Migas dapat berpengaruh kepada catatan pencapaian jam kerja tanpa kecelakaan.

“Biasanya akan berpengaruh,” kata Kepala Bagian Humas SKK Migas, Handoyo Budi Santoso,  kepada Suarabanyuurip.com.

Dia menjelaskan, capaian kerja tanpa kecelakaan diberlakukan di semua kegiatan industi Migas. Proyek migas penuh resiko sehingga mengedepankan aspek keselamatan kerja.

“Kejadian di well Pad B, tentu akan dicatat sendiri oleh ExxonMobil,” tuturnya.

Tidak hanya itu, pihaknya menyatakan juga akan mempertanyakan mekanisme standart penunjukkan sub kontraktor maupun main kontraktor yang bersangkutan. “Kan ada standartnya, seperti aturan dan batasan-batasan saat melakukan kerja,” tambahnya.

Seperti diketahui, terjadi dua insiden kecelakaan kerja pada Senin (24/3/2014) sekitar jam 16.00 Wib, dengan korban diketahui bernama Didik warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam. Insiden satunya, terjadi pada jam 02.00 WIB Selasa (25/3/2014) dini hari dengan korban bernama Sarjak, warga Cirebon, Jawa Barat.

Baca Juga :   Kabupaten Bojonegoro Pasang Target DBH Migas 2024 Rp 1,8 Triliun

Sebelumnya, pada Agustus 2013 lalu, seorang pekerja dari PT Citra Gading Aristama, Suparlan, warga Mojodelik juga mengalami kecelakaan kerja.Punggungnya tertimpa alat percetakan beton yang ukurannya diperkirakan hingga 200 Kg. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *