SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Insiden kecelakaan kerja yang terjadi di lokasi proyek Migas Banyuurip, Blok Cepu dengan korban dua tenaga kerja (Naker), menarik perhatian serius dari berbagai kalangan. Salah satunya dari LSM Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak (MTPM).
Ketua LSM MTPM, Parmo, mengatakan, kembali terjadinya insiden di lokasi proyek sumur Banyuurip yang mengakibatkan dua orang luka berat dan ringan itu, harus menjadi perhatian serius bagi MCL maupun SKK-Migas. Karena, sebelumnya juga sudah pernah terjadi insiden. Tetapi, tidak dijadikan pengalaman untuk berhati-hati namun terkesan diabaikan.
“MCL maupun SKK-Migas harus mengambil sikap tegas kepada PT atau CV dimana korban tersebut bernaung untuk diberikan sanksi. Agar, kedepan lebih berhati-hati tidak sembrono dalam beraktifitas, Mas,” kata Parmo kepada suarabanyuurip.com, Rabu (26/03/2014).
Terpisah, Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengaku, menyesalkan terjadinya kejadian tersebut. “Prioritas kami saat ini adalah keselamatan dan penanganan pekerja yang bersangkutan,” ungkapnya.
Ketika disinggung terkait dengan pemberian sanksi kepada PT atau CV yang dinaungi korban, Rexy Mawardijaya belum memberikan tanggapannya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, korban yang luka parah tersebut adalah Sarjak, warga Cirebon. Karena, lengan tangannya hampir putus terjepit alat berat. Sedangkan, Didik, warga Mojodelik luka ringan, dan sudah kembali bekerja. Sarjak langsung dibawa ke Surabaya. Â Mereka bekerja di perusahan servis company BJ yang beraktifitas di wilayah proyek well pad B, Banyuurip. (sam)