Masuki Kemarau Petani Tetap Tanam Padi

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Meski sudah mendekati musim kemarau, petani sekitar ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu tetap menanam padi di musim tanam kedua ini. Hal itu dilakukan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.

“Sudah biasa tanam kedua ini berspekulasi, Pak. Jadi meskipun panennya tidak maksimal, saya tetap menanam padi saja,” kata Lulus, salah satu petani asal Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa-Timur kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (26/03/2014).

Pria yang berdomisili di Dusun Prajekan ini menjelaskan, biasanya tanaman padi musim tanam kedua memang banyak hama yang sering menyerang. Tentunya juga masalah air yang biasanya kurang maksimal di saat kemarau.

“Oleh karena itu mulai saat tanam ini harus sudah disiapkan semuanya, agar tidak keserang hama,” imbuhnya.

Menurut Waiman, petani lainnya, pilihan tanaman padi daripada kedelai di musim tanam kedua ini, karena mempertimbangkan masih banyak air di sisa musim penghujan. Selain itu mudah mendapat pupuk disaat musim tanam kedua.

Sekedar diketahui, Desa Jelu adalah salah satu desa yang wilayahnya juga terlintasi proyek Blok Cepu. Yakni, Pipa pengalir minyak dari Banyuurip menuju Tuban Jawa-Timur, yang masuk wilayah proyek Egineering Procurement and Construction (EPC)-2 yang dikerjakan oleh PT IKPT. (sam)

Baca Juga :   Mes Karyawan Etika Terbakar

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *