SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Aset 4 Field Cepu menggelar Pelatihan daur ulang kertas bagi karyawan wanita, dan mahasiswa magang di kantornya di kota Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (26/3/2014).
Sebelum pelatihan para karyawan Pertamina EP melakukan kerja bakti fogging, untuk pemberantasan nyamuk penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa lingkungan di wilayah Kelurahan Ngelo, Kecamatan Ngelo, Kabupaten Blora.
Humas Pertamina EP Aset 4 Field Cepu, Kartika Tiara Sari, menyatakan, kegiatan ini berawal dari konsep 3 R, Reduce, Reuse, dan Recycle. Sebagai pelaku industri tentunya punya konsumsi kertas yang tinggi.
“Dulu kalau ada kertas tak terpakai itu pasti dibuang. Oleh karena itu, alangkah baiknya kertas itu dimanfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat dan menghasilkan,” ujarnya.
Menurut Tiara, kenapa musti karyawan wanita? Karena wanita itu dikenal lebih ulet dan teliti untuk jenis kegiatan seperti itu. “Sementara pelatihan ini digelar secara internal dulu. Ini akan menjadi pilot project, bila berhasil program ini akan dilakukan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat lingkungan,” katanya.
Harapan kedepan, kata Tiara, bila berhasil maka akan digulirkan kepada masyarakat sekitar. Sehingga akan muncul peluang kerja baru masyarakat dengan membentuk kelompok pemberdayaan yang diberi pelatihan.
“Dari pelatihan itu mereka bisa menghasilkan produk hasil dari daur ulang kertas bisa kita beli hasilnya, tentunya bisa menciptakan wirausaha baru,” imbuh Tiara sembari menambahkan, dari 1 Kg kertas bisa menghasilkan sekira 200 lembar kertas daur ulang yang harga pasaran perlembar mencapai Rp2.500.
Adapun apabila diwujudkan dalam bentuk barang itu bisa dihasilkan berupa kalender hasil daur ulang kertas, paperbag, blocknote, map, kotak makanan, dan amplop. Bisa juga untuk produk lain seperti cinderamata dari perusahaan.
“Tentunya kita akan cari kelompok wanita di masyarakat yang betul-betul mau berkarya, dan menghasilkan produk seperti yang kita harapkan,” tandas Tiara.
Dalam pelatihan yang bekerjasama dengan Bardiju Making Paper end Paper Craft Jakarta ini, dinilai lebih berpengalaman dalam pembuatan handicraft membuat kertas dan kerajinan kertas.
“Semua perusahaan selalu mengedepankan konsep ramah lingkungan. Dengan kegiatan ini diharapkan juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan membuka kesempatan kerja baru,” ungkapnya.
Dia katakan, bahan pembuatan produk ini bukan hanya dari kertas, namun dari serat alam seperti gedebog atau pelepah pisang, enceng gondok, dan lainnya. “Semua bahan mudah didapatkan karena kertas maupun serat alam selalu tersedia,” jelas Tiara.
Sementara itu terkait dengan bakti sosial fogging atau pengasapan pemberantasan sarang nyamuk, dipusatkan di 5 RT di Kelurahan Ngelo. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada warga sekitar.
“Awalnya ada laporan warga yang di daerah itu ada warga yang terserang demam berdarah dan sebagian lain cikungunya. Setelah kita cek ternyata benar, mereka meminta untuk dilakukan fogging,” kata Tiara.
Meski pemerintah daerah punya program fogging, namun kondisi yang mengharuskan untuk segera dilakukan fogging, maka Pertamina berinisiatif mengadakan fogging yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Blora. “Adapun untuk dana kegiatan itu berasal dari Pertamina,” ungkapnya.
Tiara menambahkan, sebagai perusahaan yang berdiri di tengah-tengah lingkungan masyarakat  sudah selayaknya punya tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar. (ali)