8 Generasi Emas Diterima Perusahaan Migas

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) melepaskan secara simbolis 8 pemuda dari beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk bekerja di Pertamina Hulu Energi lepas laut Jawa, di Pendapa Malowopati dihadiri Bupati Suyoto, Jumat (28/3/2014).

Dari 8 pemuda tersebut, sebelumnya telah diberi pelatihan oleh PT BBS dalam bidang autocat 3 dimensi yang rata-rata diperlukan dalam bidang perminyakan. Pelatihan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja oleh PT Depriwangga OM, anak perusahaan dari Pertamina Hulu Energi.

Direktur PT Depriwangga OM, Dedy Suherman, mengungkapkan, pihaknya memang membutuhkan tenaga kerja di off shore untuk ditempatkan di Jakarta. Bekerjasama dengan PT BBS, akhirnya mendapatkan 8 pemuda untuk dilatih dan dididik dari awal menjadi mekanik-mekanik handal agar nantinya bisa merawat alat-alat pengeboran secara profesional.

“Kami harap mereka betah bekerja disana,” kata pria berkacamata minus ini.

Direktur PT BBS, Deddy Affidick, mengatakan, dari 8 pemuda tersebut telah diberikan kontrak kerja secara jelas baik gaji pokok maupun tunjangan lain dari perusahaan. Sementara dari perekrutan 8 pemuda tersebut semuanya gratis dan tidak dipungut biaya.

Baca Juga :   Optimalisasi Aset Lama, Kunci Sukses Pertamina Hulu Rokan di WK Rokan

“Memang ada beban biaya juga, dari transportasi, makan, komputer dan sebagainya, tidak banyak sih cuma sedikit. Nggak sampai miliaran, ” ungkap Deddy yang enggan membeberkan berapa anggaran yang disiapkan untuk generasi emas ini.

Sementara disinngung mengenai nasib 20 pemuda lainnya, pria berkacamata minus ini terlihat bingung menjelaskan, karena dari PT Depriwangga OM hanya membutuhkan 5 pemuda lagi sebagai tambahan tenaga kerja. Sementara pihaknya sudah mendapatkan 20 pemuda untuk dilatih dan dipersiapkan.

“Kami sudah tanya PT Depriwangga OM, kalau ada dua puluh pemuda yang siap dilatih, ya bagaimana lagi semuanya akan kita beri pelatihan,” sergahnya.

Terpisah, Didik Setiawan, pemuda asal Desa Dander Kecamatan Dander, menungkapkan, dia bersama 7 teman lainnya sudah melakukan kontrak kerja dengan PT Dperiwangga OM selama 6 bulan.

“Kalau saya menjadi helper mekanik, dan katanyakontrak yang kami tandatangani itu masih bersifat sementara,” ujar lulusan SMKN 3 jurusan mekanik ini.

Dia menyampaikan, sangat berharap sekali bekerja di perusahaan migas sesuai dengan cita-citanya selama ini. Melihat potensi Bojonegoro akan sumber daya alam yaitu migas, pria 20 tahun ini ingin menjadi tenaga kerja profesional di bidang perminyakan dan bisa kembali ke daerah sendiri untuk mengabdi.

Baca Juga :   Pemkab Sisihkan DBH Migas Rp100 Miliar

“Tidak apa-apa ke luar kota dulu, kalau sudah cukup pengalaman saya harus kembali dan bekerja untuk tanah kelahiran saya sendiri,” katanya bersemangat. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *