SuaraBanyuurip.com – Ririn WediaÂ
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan, tahun ini wilayah Bojonegoro diprediksikan mengalami kemarau basah.
“Hingga bulan Juli mendatang Bojonegoro masih akan dibayangi hujan ringan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD, Andik Sudjarwo, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (25/5/2016).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan hingga bulan Juli mendatang, Bojonegoro masih terjadi hujan dengan intensitas rendah yakni 0-21 milimeter.
“Bulan ini sebenarnya sudah memasuki kemarau makanya tahun ini jadi kemarau basah,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap waspada adanya bencana kekeringan. Saat ini, BPBD sudah meminta semua desa mengirimkan data jumlah warga yang kesulitan air bersih di musim kemarau.
Dari data yang diperoleh, daerah yang rawan bencana kekeringan sebanyak 84 dusun di 34 desa di Kecamatan Temayang, Kedungadem, Kepohbaru, Gayam, Sugihwaras, dan Sugihwaras.
“Kalau saat ini, belum ada laporan dari warga yang kesulitan air bersih, ” pungkasnya.(Rien)