SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Masyarakat di Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berharap ada pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah setempat. Sebab sampai saat ini wilayah selatan Lamongan yang diprediksi bakal menjadi lumbung minyak Blok Nona itu belum ada SPBU.Â
Akibat tidak adanya SPBU di wilayah Sukorame menjadikan pemilik kendaraan lebih banyak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) premium dan solar dengan membeli dipenjual bensin eceran. Para pemilik kendaraan baik truk, mobil, maupun sepeda motor di wilayah Sukorame mengaku jarang membeli premium atau solar di SPBU karena jarak terdekat untuk menjangkau SPBU ataupun SPBU mini sekira 25 kilometer, yakni di Kecamatan Ngimbang.
“Ndak pernah ngisi bensin di SPBU mas karena tempatnya jauh di Ngimbang,†ujar warga Desa Sukorame, Toni kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (29/3/2014).
Dia mengaku, sebagai pengusaha polowijo dirinya selalu menggunakan mobil bak terbuka (pick up) untuk mengangkut barang hasil kulakan dari petani. Sehari-harinya dia membeli bensin eceran dengan sekali isi 10 liter-15 liter.
Warga lainnya Nastain juga mengaku jarang membeli bensin di SPBU untuk sepeda motornya. Tidak adanya SPBU di wilayahSukorame membuatnya harus membeli bensin eceran.
“Memang harga bensin eceran lebih mahal. Tapi dibanding beli ke SPBU di Ngimbang jadi tambah repot,“ ujar guru SD itu.
Tidak adanya SPBU menjadi ladang rejeki bagi penjual bensin eceran. Rata-rata setiap harinya penjual bensin eceran bisa menjual bensin diatas 20 liter dan solar diatas 10 liter.
“Kulakannya lima hari sekali mas. Langsung 60 liter,” sambung penjual bensin eceran di dekat Pasar Sukorame, Sukri.
Tidak adanya SPBU tidak saja dikeluhkan oleh warga di Kkecamatan Sukorame. Wilayah kecamatan setempat seperti kecamatan Bluluk dan Modo juga kesulitan mendapatkan bensin maupun solar.
Kasubag Pertambangan dan Energi Bagian Perekonomian Lamongan, M.Anwar dikonfirmasi tentang harapan warga Blok Nona untuk pembangunan SPBU mengatakan, wilayah setempat sudah layak di dirikan SPBU atau setidaknya minimal SPBU mini.
“Wilayah Sukorame memang layak dibangun SPBU atau SPBU mini karena jarak dengan SPBU terdekat di Kecamatan Ngimbang belasan kilometer, “ ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (29/3/2014).
Namun, menurut dia, pendirian SPBU menjadi kewenangan penuh pihak investor yang bekerjasama dengan Pertamina. Sedangkan pemerintah kabupaten (Pemkab) hanya bisa menyampaikan usulan secara lisan tentang permintaan pembangunan SPBU di Kecamatan Sukorame.
“Tolong ditindaklanjuti melalui media anda, agar Pertamina bisa membangun SPBU di Kecamatan Sukorame,“ pintanya.( tok)