SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah sedang berbenah dengan menahbiskan diri sebagai Desa Mandiri, Innovasi, dan Berteknologi Tepat Guna. Apalagi di wilayahnya sudah berdiri Central Processing Plan (CPP) Area Gundih yang akan mengolah suplai 9 sumur gas yang ada.
Keberadaan Kilang Pengolahan Gas ini, menurut Kepala Desa Sumber, Zaki Bachroni, dari Pertamina EP lebih memperhatikan peningkatan ekonomi maupun infrasturktut di desanya. Segala potensi yang ada di desa dalam pengelolaan selalu berbasis pada upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Diharapkan Pertamina ikut andil dalam hal ini,” ujarnya, Senin (31/3/2014).
Dengan begitu obsesi menjadikan Desa Sumber sebagai Desa Mandiri, Inovatif, dan Berteknologi Tepat Guna dapat terlaksana.
Zaki menyebutkan, desanya saat ini memiliki hak untuk mengelola potensi desa sebagai bentuk manifestasi otonomi desa. Hal itu Sesuai amanat Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2013 tentang Otonomi desa dan Peraturan Pemerintah  Nomor 72 tahun 2005 tentang desa. Bahwa desa merupakan wilayah yang memiliki hak otonomi dalam pengelolaan pembangunan desa.
Zaki mengungkapkan, desa mandiri adalah desa yg mampu mengelola kekuatan (aset potensi), serta mampu memanfaatkan peluang yang ada dalam pengelolaan pembangunan untuk kesejahteraan warga desa. Memiliki kewenangan mengatur dan mengelola pembangunan yang di dukung kemandirian dengan perencanaan, penganggaran, acuan seluruh program pembangunan dijalankan secara konsisten.
Dukungan staf serta tim dari perangkat desa yang solid dan managemen pemerintahan berbasis peran aktif dan demokratis. Kedepannya Desa  Sumber akan menjadi barometer dan contoh pembangunan dan kemajuan Blora pada umumnya.
Sebagai pendukung menuju Desa Madiri dan Innovatif, Zaki menyebutkan, beberapa potensi yang bisa menjadi andalan. Diantaranya, beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) seperti usaha krupuk upil atau krupuk melarat, Â kripik ketela, pupuk organik, padi organik, buah naga, konveksi, serta bermacam-macam tanaman holtikultura yang dikelola secara mandiri oleh warga.(ali)