Tanyakan PI Pemkab Tuban Akan Temui PHE di Jakarta

Pemkab Tuban Akan Datangi PHE Jakarta

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Pemkab Tuban, Jawa Timur, dalam waktu dekat berencana menemui PT Pertamina Hulu Energi (PHE) pusat di Jakarta untuk membahas Penyertaan Modal atau Participating Interest (PI) 10% di Blok Tuban. Koordinasi ini untuk mempercepat keterlibatan penyertaan modal bersama BUMD Pemkab Bojonegoro dan Pemprov Jatim. 

“Kita akan temui PHE di Jakarta secepatnya,” ujar Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Tuban, Cucuk Dwi Sukwanto, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Pemkab Tuban, Jalan Kartini No.2, Selasa (6/11/2018).

Alumnus UPN Solo ini, menjelaskan, salah satu fokus masalah yang akan dibahas dengan PHE yaitu kerjasama PI Blok Tuban. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang ketentuan penyertaan modal, modalnya ditalangi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Terpisah, Manajer Komunikasi dan Relasi PHE Pusat, Ifky Sukarya, menjelaskan jika pihaknya juga menunggu kabar dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) soal PI Blok Tuban. Sampai sekarang belum ada surat resmi yang masuk, terkait persiapan Pemprov Jatim maupun BUMD di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro.  

Baca Juga :   EMCL Segera Berkoordinasi Dengan Kontraktor

Pihaknya menyarankan Pemkab untuk menyurati SKK Migas untuk menindaklanjuti PI Blok Tuban. Kemudian SKK Migas koordinasi dengan Pemprov Jatim, untuk memastikan kesiapan BUMD di kabupaten. 

“Ketika daerah sudah siap, baru SKK Migas menyurati Pertamina untuk menjalankan PI tersebut,” jelasnya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, mengaku Bumi Wali (sebutan lain Tuban) baru pertama ini terlibat PI Blok Tuban. Semua persiapan, Pemkab mengikuti arahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui BUMD-nya. Kendati demikian, saat Plt BUMD PD Minyak dan Gas Tuban, Cucuk Dwi Sukwanto mengkonfirmasi ke Pemprov, belum ada kabar apapun. 

Oleh karena itu, senyampang masih ada waktu Pemkab akan melakukan studi ke beberapa daerah. Referensi pertama adalah ke Riau, dan kedua Bojonegoro. Kedua daerah tersebut dinilai memiliki segudang pengalaman soal PI Blok Tuban.

“Tuban harus belajar ke mereka yang sudah tahu pahit manisnya terlibat PI di blok Migas,” terang pria berperawakan mungil ini.

Dalam kontrak awal nantinya, Budi akan jeli dalam setiap poin kerjasamanya. Diharapkan pengalaman pahit Kabupaten Bojonegoro, menjadi pijakan Pemkab Tuban untuk lebih hati-hati. 

Baca Juga :   Kado Hari Kemerdekaan, Pertamina Temukan Cadangan Hidrokarbon di Sumur Markisa

Beberapa waktu lalu, Pemprov Jatim bersama Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik, telah koordinasi perihal PI Blok Tuban. Kendati demikian, untuk berapa persen porsi Tuban, karena prosesnya masih di pusat. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *