SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Jembatan penghubung Desa Jelu – Jampet, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mulai rusak. Akibatnya pengguna jalan harus berhenti untuk bergantian melintas ketika berpapasan dengan roda empat dari arah berlawanan.
Informasi yang diperoleh menyebut, kerusakan jembatan yang juga menjadi poros Kecamatan Ngasem-Kalitidu Bojonegoro itu terjadi mulai sekira sebulan lalu. Namun mulai parah sejak pertengehan bulan Maret 2014.
Seoarang warga Jelu, Didik, mengatakan, setelah jembatan yang dibangun PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT), kontraktor proyek Egineering, Procurement and Construction (EPC)-2 dibongkar beberapa bulan lalu, Jembatan yang juga sebagai akses menuju ke sumur migas Alas Tua Barat (ATW) dan lokasi sumur gas Jambaran mulai rusak.
“Untuk memberikan tahu pengguna jalan warga memberikan tanda dengan dipasangi bendera tersebut,” kata Didik kepada suarabanyuurip.com, Senin (31/03/2014).
“Karena aspalnya sudah terkelupas maka kayu yang dibuat alas aspal rapuh dan bolong. Sehingga, membuat rawan kecelakaan bagi pengguna jalan. Ya mudah-mudahan segera ada perhatian dari Pemkab Bojonegoro, Pak,” sambung Jupri, warga Jampet. (sam)