Caleg Menjanjikan Uang Dalam Pemilu

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Kian dekatnya Pemilu Legistatif persaingan para calon anggota legislatif (Caleg)  semakin ketat, dan panas. Praktek money politik diprediksi banyak dilakukan para Caleg untuk memuluskan jalan menuju kursi Dewan.

Dari pantauan di lapangan, para tim sukses (TS) para caleg kian menggebu bergerilya mencari massa. Mereka mendatangi satu persatu warga, dan mengiming-imingi akan memberi uang jika mencoblos Caleg yang didukungnya.

“Banyak TS bersliweran, Mas. Mendata nama saya dan keluarga saya. Katanya pada hari -4 pemilu nanti akan diberi uang. Saya ya manut saja, “ ujar salah satu warga Pucuk,  Ikhsan, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (1/4/2014).

Musim Pemilu banyak dimanfaatkan warga untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Beberapa warga mengaku namanya telah didata beberapa TS dari Caleg yang berbeda. Setiap TS menjanjikan nominal tertentu dengan catatan harus mencoblos Caleg yang dimaksud.

“Mumpung musimnya bagi-bagi uang, Mas. Siapa saja yang menawari ya saya terima. Soal nyoblos siapa, itu urusan belakangan, “ ujar warga Desa Banjarjo, Kecamatan Kedungpring, Wandi.

Baca Juga :   Pansus DBH Migas Belum Terbentuk

Sebelumnya, banyak warga yang memanfaatkan aji mumpung dengan mendatangi para Caleg yang mengadakan kampanye. Biasanya para Caleg mengumpulkan warga atau simpatisan di rumah TS atau di sebuah rumah makan.

Sudah jadi kebiasaan sehabis berkampanye biasanya para Caleg memberikan uang atas nama pengganti transportasi kepada mereka yang hadir. Nilainya bervariatif dari Rp20 ribu-Rp50 ribu.

“Pokoknya dimana saja ada Caleg kampanye, saya pasti datang, Mas. Lumayan dapat makan gratis dan amplop,“ ujar warga lain yang keberatan disebutkan namanya.

Dari sumber yang layak dipercaya, di Lamongan untuk memperoleh suara sebanyak mungkin Caleg telah menjanjikan akan memberikan uang kepada simpatisannya. Nilainya beragam antara Rp20 ribu, Rp30 ribu, hingga Rp50 ribu.

Ketua Panwaslu Lamongan, Toni Wijaya, saat dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com tidak menampik kabar tersebut. “Yang pasti kalau ada bukti money politik akan diproses sesuai prosedur,“ ujar Toni.

Pesta demokrasi agaknya menjadi pesta dalam arti sebenarnya bagi masyarakat. Masyarakat bisa mengais keuntungan dari banyaknya dana yang ditebar para Caleg.

Baca Juga :   Gugatan Pilkades Gayam akan Diputuskan 24 Nopember

Menurut ketua KPUD Lamongan, Khoirul Huda, jumlah Caleg di Lamongan sebanyak 486 orang. Padahal yang bakal lolos menjabat anggota DPRD Lamongan nanti hanya 50 orang.

Banyaknya caleg dan sedikitnya kursi yang diperebutkan menjadikan persaingan cukup ketat dan panas. Diantaranya dengan menebar uang yang lazim disebut praktek money politik. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *