SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Di tengah kemelut adanya  tuntutan masyarakat Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menagih janji BUMD PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dalam pembangunan pabrik gas flare yang hingga saat ini masih mangkrak, akuisisi kedua kalinya dilakukan untuk mencari jalan yang terbaik.
Akusisi dilakukan antara PT Intermedia Energi selaku mitra PT BBS dengan PT Super Energi (SE) telah dilaksanakan beberapa waktu lalu namun nama dari PT IME tidak ada perubahan. Hal ini dilakukan, karena indikasi manajemen PT IME yang lama tidak mampu melanjutkan proyek tersebut. Bahkan masih ada tunggakan terhadap kontraktor lokal.
Direktur PT BBS, Deddy Affidick, mengakui, bahwa PT IME telah dibeli oleh PT SE untuk melanjutkan kembali pekerjaan yang masih tertunda sekarang ini. Bahkan, PT SE telah membayar sejumlah tunggakan kepada kontraktor lokal.
“Kalau tunggakan itu selesai, baru mulai pekerjaan lagi,†sergah Deddy kepada SuaraBanyuurip, Selasa (1/4/2014).
Sementara itu, disinggung mengenai aksi protes yang dilakukan sejumlah warga Dusun Plosolanang pada Minggu (30/3/2014) lalu, dan pemasangan spanduk di lokasi proyek, pihaknya menanggapi dengan positif.
“Semua orang berhak berpendapat, dan tenaga kerja kan tata waktunya musti sesuai dengan adanya peluang kerja,†tegasnya.(rien)