Kecelakaan Tunggal Brigadir Tugino Tewas

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Nahas menimpa Brigadir Tugino. Anggota Polres Blora, Jawa Tengah ini tewas setelah kecelakaan tunggal di dekat area persawahan Desa Tegalgunung, Kecamatan Kota, Kabupaten Blora, Selasa (1/4/2014) malam.

Petugas bagian personalia Polres Blora berumur 48 tahun ini, ditemukan warga pencari Katak sekitar pukul 22.00 WIB. Kala itu dalam kondisi tertelungkup dengan badan tertindih motor di pematang  sawah.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan visum et repertum terhadap korban menyebut, tak ada bekas kekerasan dari tubuh korban. Dugaan kuat mengarah bahwa polisi asal Jalan Cempo RT/RW 07/01 Desa Tegalgunung ini, meninggal karena kecelakaan tunggal terjatuh dari motor yang dinaikinya.

Diperoleh informasi,  polisi yang suka nongkrong di warung kopi itu mengendarai motor Honda Kharisma bernopol K 6417 DE. Entah apa yang menyebabkan hingga Tugino yang dikenal ramah ini, melintas galengan persawahan yang sepi.

Sial baginya motor yang dikendarai terguling hingga menindih tubuhnya. Tak ada saksi mata dalam tragedi di malam hari tersebut, hingga melintas warga pencari Katak di kawasan itu.

Baca Juga :   Pasar Tumpah Glondong Picu Kemacetan Pantura

Mengetahui adanya tubuh tak bergerak ditindih motor, warga langsung menginformasikan temuannya kepada warga yang lain. Sesaat berikutnya petugas Polres Blora AKP Sumarno dan beberapa warga  berbondong-bondong ke lokasi. Tubuh Tugino yang sudah tak bernyaawa lalu dibopong dimasukkan keranda, dan dibawa ke RSUD Dokter Soetijono Blora.

Kapolres Blora, AKBP Mujiyono, saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Polres Blora, AKP Suharto, membenarkan kejadian tersebut. Kepada para wartawan dia menjelaskan, berdasar  dari hasil visum meninggalnya korban akibat mengidap avexi atau kekurangan kadar oksigen dalam tubuhnya.

”Saat ditemukan mata, mulut, dan hidung korban sudah penuh dengan lumpur sehingga korban yang bertubuh gendut tersebut kehabisan nafas. Dari tubuh korban dokter tidak menemukan tanda-tanda adanya penganiayaan,” ujarnya, Rabu (2/4/2014).

Suharto menjelaskan, bahwa korban memang suka ke luar malam dan nongkrong di warung kopi dari desa satu ke desa lainnya. Korban tidak memiliki lahan sawah di sektiar TKP. Hanya dia melewati jalan setapak berupa galengan sawah yang gelap gulita. Sehingga korban terjatuh dan akhirnya meninggal dunia.(ali)

Baca Juga :   57 Perusahaan Buka Loker di GOR Tuban

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *