Kontraktor Lokal Mulai Kelimpungan

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Tak banyak kontraktor lokal di sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu yang mampu bertahan. Kian dekatnya waktu pengerjaan konstruksi lapangan proyek Banyuurip, mulai membuat kontraktor lokal kelimpungan. 

“Sebagian sudah tidak berdaya, hanya tinggal namanya saja,” kata Eko, salah satu kontraktor lokal di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Jawa Timur.

Dia mengungkapkan, kondisi sekarang berbeda jauh saat awal akan dimuali pengerjaan proyek Engineering,Procurement, and Construtions (EPC) beberapa tahun lalu. Menurutnya, kala itu hampir sebagian besar berbondong-bondong membuat PT atau CV. 

“Apalagi juga sempat didukung perda konten lokal,” ujarnya. 

Dia menilai, fenomena mati suri kontraktor lokal di sekitar proyek Banyuurip karena proyek sudah hampir selesai.Sehingga tak banyak jenis proyek yang ditenderkan. 

“Namun setidaknya bisa jadi pembelajaran,” ucapnya. 

Ketau Forum Komunikasi Kontraktor Lokal (FKKL), Parmani, tidak menampik hal tersebut. Hanya saja, pihaknya belum bisa menyebutkan berapa jumlah kontraktor lokal yang mati suri dan yang bertahan.

“Iya menurun, berapa jumlah pastinya saya tidak tahu.Tapi data semua kontraktor lokal ada di kami,” imbuhnya.(roz)

Baca Juga :   Berlakukan Pengaturan Shift Crew dan Engineer

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *