SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Juru bicara Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, Rexy Mawardijaya, belum berani memastikan jadwal produksi puncak minyak banyuurip sebesar 165 ribu barel per hari (bph) dari sumur yang berada di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Namun, sejumlah pihak baik satuan kerja khusus pelaksana kegiatan usaha hulu minyak dan gas (SKK Migas) maupun Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, sudah mengatakan jika puncak produksi Blok Cepu akan terlaksana pada 2015 mendatang.
Kepala Bagian Humas SKK Migas, Handoyo Budi Santoso, menyatakan, saat ini produksi minyak Banyuurip masih stagnan dipersoalan pembebasan lahan yang berada di Kabupaten Tuban. “Masih belum selesai,” kata dia.
Handoyo mengungkapkan, untuk persoalan lahan, SKK Migas akan menyesuaikan aturan yang diterapkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Yakni, UU No.2 Â tahun 2012 tentang pengadaan lahan untuk kepentingan umum.
“Makanya kita juga menggunakan aturan yang sama dengan BPN,” imbuhnya.
Untuk diketahui, produksi puncak Lapangan Banyuurip, sebesar 165 ribu barel per hari (bph) sebelumnya dijadwalkan pada kuartal ketiga bulan November tahun 2014.
Kabar keterlambatan produksi puncak Banyuurip, Blok Cepu itu juga sempat diutarakan oleh Direktur Utama PT.Asri Dharma Sejahtera (ADS), Ganesa Asyakari. Hanya saja dia mengaku belum tahun kapan kepastiannya.
“Tahun 2015 kapan tidak jelas, namun sepertinya kita harus bersabar, ADS hanya bagian terkecil,” ujarnya. (roz)