SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Rencana rute jalan yang akan dilalui dalam mobilisasi alat berat atau moving kendaraan pembawa alat berat dari Sumur Gas Kadunglusi (KDL) I Â di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung ke Sumur Gas Randublatung (RBT) II di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa tengah kembali mengemuka.
Hal itu terungkap dalam acara sosialisasi rencana pemborannya di Balai Desa Sumber pada, Rabu,(3/4/2014). Selain tuntutan agar perbaikan jalan antara Desa Temulus hingga Dusun Tambak, Desa Sumber juga muncul perbaikan jalan yang sejak 2002 lalu dijanjikan saat pemboran proses eksplorasi di sumur RBT II tersebut. Adapun jalan itu berada ke arah barat dari lokasi keberadaan sumur tersebut sampai pertigaan jembatan.
“Hal itu seperti yang sosialisasi dulu di tahun 2002 bahwa telah dijanjikan untuk diperbaiki. Sampai saat ini pertamina belum direalisasi,” kata Kepala Dusun Kalirejo, Desa Sumber, Harsono.
Harsono meminta dalam sosialisasi ini agar ada kepastian bahwa jalan tersebut juga akan dilakukan perbaikan seperti yang dijanjikan pada saat pemboran ekplorasi di tahun 2002 lalu.
“Jalan tersebut, sebetulnya sudah dilakukan survei GM PT. Pertamina EP. PPGJ yang kalau tidak salah panjangnya sekira 600 meter, dikarenakan setelah survei itu belum ada proposal masuk terkait permintaan perbaikan jalannya. Jadi hingga kini belum diperbaiki,” sambung Perwakilan dari PT. Pertamina EP. PPGJ, Ganesha.
Sedangkan dalam survey terdahulu itu masih melibatkan kepala Desa Sumber dan Muspika Kecamatan Kradenan yang lama.”Nanti kita akan sampaikan ke managemen agar dijadikan prioritas,” imbuhnya.
“Sedangkan Jalan dari sumur KDL ke RBT sudah dalam pengerjaan, akhir April harus segera jadi, kalau tidak selesai maka Pertamina akan ambil alih,” tegas Ganesha.
Karena itu Ganesha meminta masyarakat agar jangan takut karena jalan tetap akan dibangun.”Sebab pemenang tender IKPT, kita mengacu hasil rapat koordinasi kemarin,” tambahnya.
Pada bagian lain, Sukirno, warga Sumber, mempertanyakan kepastian perbaikan jalan Dusun Tambak ke Desa Temulus sebagai akses jalan penghubung sumur RBT I dan II ke sumur KDL I.
“Jangan sampai ketika mobilisasi kendaraan berat itu malah menjadikan kondisi jalan semakin rusak dan tidak diperbaiki lagi,” ujarnya.
Kepala Desa Sumber, Zaki Bachroni, menyampaikan kepada pihak Pertamina dan IKPT Adhikarya untuk memegang komitmen bersama yang telah dibuat. “Itu yang menjadi perhatian masyarakat kami, karena pembangunan sudah setahun lebih tapi belum juga selesai. Dan itu membuat warga melakukan aksi pemblokiran jalan hingga dua kali,” ungkapnya.(ali) Â