GMNI Demo Tolak Golput

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bojonegoro, Jawa Timur menggelar  aksi anti golongan putih (golput) dalam pemilihan umum legislatif (pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang, Jumat (04/04/2014).

Aksi itu dilakukan dengan cara turun ke jalan dan membentangkan beberapa poster yang mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihannya dalam pencoblosan calon anggota legislatif (Caleg) pada 9 April mendatang.

“Masyarakat harus memilih secara cerdas dengan cara memegang visi dan misi para caleg seperti apa, jangan memilih karena money politik. Sebab itu yang bisa merusak demokrasi,” ujar Koordinator aksi, Ahmad Miftahul Ulum.

Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro itu menjelaskan, momen pemilu merupakan salah satu contoh budaya Indonesia. Budaya politik Indonesia itu sendiri  merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh masyarakat.

“Pemilu merupakan hak pilih yang diberikan oleh negara kita berdasarkan Pancasila, khususnya sila ke 4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,” jelasnya.

Baca Juga :   Pemerintah Akan Bagikan 500.000 Rice Cooker Gratis, DPR : Emak-emak Lebih Butuh Harga Pangan Murah

Karena itu GMNI mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut andil dalam penentuan nasib bangsa lima tahun mendatang. Sebab momen pileg ini yang akan menentukan wakil rakyat yang diharapkan benar-benar membawa amanah rakyat secara menyeluruh.

“Maka wakil rakyat yang terpilih nanti harus bisa mencerdaskan masyarakat, dengan beberapa aspek, sosialisasi secara cerdas dengan cara langsung kepada masyarakat. Bukan hanya janji kepada rakyat,” tegasnya.

Aksi itu dilakukan dengan berjalan dari bundaran Adipura, kemudian ke kantor DPRD Bojonegoro dan Kantor Pemkab.

Di DPRD massa ditemui langsung oleh Ketua DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharianto. Politisi Partai Golkar itu sangat mendukung aksi yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa tersebut.  “Saya sangat mendukung aksi ini karena sebagai bentuk aksi melancarkan proses demokrasi,” jelas Sigit.

Kemudian dilanjutkan dengan membubuhkan tanda tangan diselembar kain putih yang sudah disediakan. Di depan kantor DPRD anggota Dewan yang menandatangani hanya Sigit. Sedangkan wakil rakyat lain yang kini duduk di kursi DPRD belum ada yang hadir.

Baca Juga :   Pak Mul: Wajar Jika Kesejahteraan RT RW Dinaikkan

“Karena hari ini tidak ada agenda di kantor jadi belum ada yang datang,” ujar Sigit.

Sejumlah mahasiswa itu kemudian melanjutkan aksinya di kantor Pemkab Bojonegoro. Mereka memaksa masuk kantor Pemkab karena merasa terlalu lama menunggu Bupati Bojonegoro, Suyoto. Setelah masuk, mereka ditemui langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono.

“Saya dari awal sudah meminta kepada seluruh PNS untuk menggunakan hak pilihnya, tapi jangan ikut dalam kampanye,” tegas Hartono.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *